Cara
agar bulir padi berisi semua yang terbukti efektif akan kami bahas pada
panduan berikut secara detail. Pada tanaman padi terdapat tiga fase
pertumbuhan yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.
Kebutuhan
air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase tersebut bervariasi yaitu pada
fase pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum,
inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan.
Fase
keluarnya bulir padi adalah tergolong dalam fase generatif, dimana fase
generatif merupakan fase pembentukan organ reproduktif atau
perkembangbiakan. Fase ini membutuhkan waktu 35 hari setelah fase
vegetatif lambat terlewati, yaitu: pembentukan bakal malai (primordia),
masa bunting, dan pembungaan.
Pada fase generative inilah, komponen hasil seperti jumlah malai per satuan luas dan jumlah gabah per malai terbentuk.
Ada 3 Fase Cara Agar Bulir Padi Berisi Semua
Fase Primordia
Cara
agar bulir padi berisi semua yaitu dengan dimulai pada fase promordia,
disebut juga dengan inisiasi malai, yaitu tahap dimulainya proses
pembentukan malai sampai malai terbentuk sempurna. Pada tahap ini
panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah yang akan diisi pada fase
selanjutnya akan dibentuk.
Ketersediaan unsur hara, air
dan hormon tanaman yang tidak mencukupi selama tahap ini akan
menyebabkan panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah dalam satu
malai yang terbentuk tidak maksimal, sekalipun varietas yang ditanam
memiliki jumlah butir per malai tinggi (> 200 butir).
Sehingga
air harus tersedia dan pemberian pupuk susulan serta pemberian hormone
tanaman dilakukan sebelum masa primordia. Intensitas sinar matahari pada
tahap ini akan mempengaruhi ukuran gabah yang terbentuk.
Fase Bunting
Setelah
fase primordia, malai padi muda mengalami peningkatan ukuran dan
berkembang keatas didalam pelepah daun bendera menyebabkan pelepah daun
menggembung. Penggembungan pelepah daun inilah yang disebut bunting.
Fase Pembungaan
Merupakan
tahap keluarnya malai padi sampai dengan terjadinya persarian. Dalam
satu rumpun, diperlukan waktu 10-14 hari bagi malai untuk keluar.
Lamanya periode tersebut disebabkan perbedaan laju perkembangan antar
individu tanaman dalam satu rumpun.
Apabila 50% malai
telah keluar, maka pertanaman dianggap sudah dalam fase pembungaan.
Sehari setelah malai keluar, terjadilah pembuahan. Dalam satu malai
proses pembuahan selesai dalam waktu 5 hari.
Tahap ini
merupakan masakritis kedua, dimana ketersediaan air dan hormone tanaman
sangat dibutuhkan untuk proses pembungaan. Air diupayakan setinggi 3-5
cm dan dibiarkan sampai tahap pengisian gabah selesai.
Mengapa Pada Tahap Premordia, Tahap Bunting dan Tahap Pembungaan Membutuhkan Unsur Hara, Air dan Hormon Tanaman ?
cara agar bulir padi berisi semua dengan memberikan unsur hara, air dan hormon tanaman
Setiap
tanaman pastinya sangat membutuhkan unsur hara untuk keberlangsungan
hidupnya. Karena unsur hara, baik makro maupun mikro merupakan sumber
nutrisi bagi tanaman tersebut.
Sedangkan air dibutuhkan
tanaman untuk proses fotosintesis, pelarut unsur hara, sebagai pendorong
proses respirasi, memelihara suhu tanaman dan bahan penyusun utama
daripada protoplasma.
Jadi
apabila tanaman kekurangan air dan unsur hara, maka pertumbuhan tanaman
tersebut akan terhambat, kerdil, tidak maksimal bahkan mati. Untuk itu
unsur hara dan air harus tercukupi saat masa tahap premordia, bunting
dan pembungaan.
Tapi yang menarik disini adalah kebutuhan
hormon tanaman yang sangat dibutuhkan pada 3 fase tersebut. Karena
dengan hormon tanaman, malai padi akan keluar maksimal, bulir padi
keluar sempurna (menghindari bulir padi terjepit batang), keluar lebih
serempak dan lebih cepat.
Bulir padi kosong disebabkan
oleh faktor pada saat fase keluarnya malai tidak maksimal sehingga masih
ada bulir padi yang terjepit di batang padi saat proses pemasakan dan
setelah proses pemasakan selesai bulir padi tersebut keluar dari batang
padi yang akhirnya menjadi bulir hampa/kosong.
Dan apabila bulir padi hampa yang didapatkan banyak saat panen, tentunya hasil panen akan minim.
Cara Untuk Mendapatkan Hormon Tanaman

Cara agar bulir padi berisi semua yaitu dengan mendapatkan hormon tanaman, Dulur-dulur bisa menggunakan
pupuk organik cair spesialis tanaman pangan sayur.
Pupuk
organik cair spesialis tanaman pangan sayur mengandung unsur hara makro
dan mikro lengkap yang dibutuhkan tanaman padi dan memiliki kandungan 7
bakteri menguntungkan di dalamnya. Bakteri tersebut adalah
Bacillus brevis, Bacillus mycoides, Bacillus pumilus,
Pseudomonas alcaligenes, Pseudomonas mallei, Klebsiella oxytoca dan
Micrococcus roseus.
7
Bakteri tersebut merupakan bakteri tangguh dan pilihan yang dapat
membantu mempercepat mengembalikan kesuburan tanah yang disebabkan
karena penumpukan residu kimia dan logam berat dalam tanah selama
bertahun-tahun akibat pemakaian pupuk kimia & pestisida kimia yang
berlebihan (over dosis).
Keunggulan dari 7 bakteri GDM
lainnya adalah saling bersinergi membentuk satu kekuatan yang akan
membantu memaksimalkan pertumbuhan padi.
Dan
bakteri-bakteri GDM juga merupakan penghasil hormon auksin, sitokinin
dan gibrelin yang fungsinya sebagai pertumbuhan dan memacu memaksimalkan
keluarnya bulir padi, sehingga bulir padi dapat terisi sempurna dan
dapat mencegah bulir padi kosong/bulir hampa.
Baca Juga : Cara Membuat Benih Padi Tumbuh Cepat, Sehat, dan Seragam
Selain
itu bakteri GDM juga dapat bertahan pada suhu 80°C, jadi walaupun di
musim kemaraupun bakteri GDM akan tetap terus bekerja dan berkembang
biak untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman padi.
Peran Bakteri GDM pada Tanaman Padi
Dengan menggunakan pupuk organik cair spesialis tanaman pangan sayur, pertumbuhan tanaman padi menjadi sempurna
Peranan
bakteri GDM bagi tanaman padi adalah sebagai penghasil phytohormone.
Pengertian dari phytohormone adalah senyawa dalam tumbuhan yang
berfungsi untuk memacu kegiatan pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan,
untuk pertumbuhan pada saat tanaman padi memasuki fase vegetative
maupun fase generative.
Peran bakteri Pupuk
Organik Cair GDM pada tanaman padi adalah untuk memacu kegiatan
pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan. Sehingga dapat mencegah bulir
padi kosong.
Phytohormon yang dihasilkan oleh
7 Bakteri GDM khususnya pada saat fase generatife adalah membantu
mempercepat, memaksimalkan serta menyeragamkan keluarnya bulir pada
malai padi. Malai dan bulir padi akan dipaksa ditarik keluar semua dari
batang sehingga tidak ada bulir padi yang terjepit dalam batang padi.
Karena
apabila bulir padi dapat keluar sempurna dari batang maka semua bulir
akan dapat terisi penuh mulai dari ujung sampai pangkal malai dan
menghindari munculnya bulir padi hampa yang akhirnya akan menambah bobot
padi saat panen sehingga panen padi akan melimpah.
Bagaimana dosis dan cara penggunaan POC GDM?

Aplikasi
POC GDM sangatlah mudah, yaitu dengan takaran 2 gelas air mineral per
tangki semprotkan pada tanaman padi menjelang bunting dan pada saat padi
bunting.
Setelah malai dan bulir padi telah keluar
sempurna tanpa ada yang terjepit di batang pohon, fase selanjutnya
adalah fase pemasakan. Fase ini merupakan fase akhir dari siklus hidup
tanaman padi. Fase ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 hari mulai
pengisian gabah sampai gabah matang penuh.
Pengisian
gabah, Proses pengisian berlangsung kurang lebih 10 hari sejak berbunga.
Pada tahap ini malai sudah terkulai dan apabila gabah dipencet akan
keluar cairan berwarna putih.
Pematangan, Kurang lebih 7
hari setelah gabah berisi penuh, gabah sudah masuk tahap matang kuning
yang ditandai gabah sudah menguning. Isi gabah sudah mengeras, namun
masih mudah dipecah dengan kuku. Dan 7 hari kemudian, gabah sudah
semakin keras dan susah untuk dipecah dengan kuku.
Baca Juga : Tips Mengatasi Serangan Hama Wereng Pada Padi
Tahap
ini disebut periode matang penuh. Pada fase tersebut kebutuhan air
secara berangsur-angsur mulai berkurang sampai tahap matang kuning.
Pengeringan lahan diupayakan dimulai setelah proses pengisian selesai.
Pengeringan
atau kekeringan yang terjadi sebelum gabah berisi penuh, menyebabkan
banyak gabah hampa, dan beras mudah pecah. Sedangkan pengeringan yang
terlambat memicu tanaman mudah rebah. (Suparta/Yankomduk)
Jadi
apabila kebutuhan akan unsur hara terpenuhi dengan baik dan bulir padi
dapat keluar sempurna maka bulir padi akan terisi secara optimal dan
hasil panen pun akan maksimal. Untuk itu selalu gunakan POC GDM pada
fase vegetative dan fase generative agar pertumbuhan padi maksimal dan
hasil panen optimal.
Jangan biarkan ada bulir padi yang terjepit di batang padi dan jangan biarkan ada bulir padi kosong di tanaman anda.
Itulah cara agar bulir padi berisi semua,