Tampilkan postingan dengan label BUAH BUAHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUAH BUAHAN. Tampilkan semua postingan

Cara Menanam Buah Naga Agar Cepat Berbuah Dengan Metode GDM

cara menanam buah naga
Cara menanam buah naga – Buah Naga merupakan salah satu buah favorit bagi sebagian besar penduduk Indonesia, karena buah ini mempunyai berbagai varian jenis dan warna yang menarik serta mempunyai kandungan air yang tinggi sehingga terasa segar saat mengkonsumsinya.

Kondisi iklim di Indonesia yang sangat mendukung, membuat banyak petani yang mulai budidaya buah naga.

Antusiasme untuk budidaya buah naga yang sangat besar tanpa diimbangi informasi cara budidaya buah naga yang baik dan benar menjadi kendala utama dalam pengembangan tanaman buah naga di Indonesia. Oleh karena itu banyak yang mengalami kegagalan, mulai dari rontok bunga, rontok buah, busuk batang, gagal penyerbukan hingga tanaman buah naga mati.

Untuk menjawab semua kendala tersebut, pada artikel ini akan dijelaskan secara terperinci tahapan cara menanam buah naga yang baik.

Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

 syarat tumbuh buah naga


Dalam budidaya buah naga, syarat-syarat tumbuh tanaman buah naga harus Anda penuhi
Cara menanam buah naga sebaiknya ditanam di dataran rendah yang mempunyai ketinggian antara 20 – 500 mdpl.

Tekstur tanah yang sesuai dalam budidaya buah naga adalah gembur, porous, memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, mengandung unsur hara yang lengkap serta memiliki pH tanah 5 – 7.

Tanaman buah naga membutuhkan ketersediaan air yang cukup, karena tanaman ini tidak tahan kekeringan tapi akan membusuk bila kelebihan air. Buah naga membutuhkan sinar matahari yang penuh, untuk mempercepat dan memaksimalkan proses pembungaan.

Cara Menanam Buah Naga

 pupuk buah naga


Cara menanam buah naga yang telah terbukti mendapatkan panen melimpah
Berikut cara menanam buah naga yang telah kami terapkan, dan telah terbukti mendapatkan hasil panen buah naga yang melimpah. Dulur-dulur bisa mencoba cara yang kami terapkan berikut :

Bajak Tanah / Lahan Tanaman Buah Naga

Langkah pertama dalam budidaya buah naga yaitu dengan membajak tanah / lahan sedalam ± 20 cm. Setelah itu dulur-dulur bisa menaburkan pupuk kandang sebanyak 10-20 ton per ha, kemudian semprot dengan GDM Black BOS di tanah pada kondisi tanah lembab atau basah.

Fungsi penyemprotan GDM Black BOS adalah untuk meremediasi tanah yang keras agar menjadi lebih gembur, mempercepat proses pengomposan dalam tanah, menghilangkan jamur dan bakteri pathogen tanah. Semua itu bisa dilakukan karena bekteri pada GDM Black BOS dapat meghasilkan antibiotik dan enzim untuk melawan bakteri dan jamur merugikan pada tanah.

Siapkan Tiang Penyanggah

 beton buah naga


Cara menanam buah naga dengan menggunakan tiang penyanggah
Siapkan tiang penyanggah yang terbuat dari beton berukuran 10cm x 10cm dengan panjang 150 cm kemudian tancapkan 50 cm ke dalam tanah / lahan tanaman buah naga yang telah diolah.

Pada ujung tiang penyanggah berikan besi berbentuk lingkaran atau bisa dari juga dari ban bekas untuk menopang cabang agar tidak patah.

Pada setiap tiang penyanggah ditanam 4 bibit buah naga dengan jarak 30cm dari tiang penyanggah. Untuk awal tanam, beri pupuk kandang sebanyak 5-10 kg pada setiap lubang tanam.

Buatlah Parit di Sekitar Lahan Budidaya Buah Naga

Cara menanam buah naga selanjutnya yaitu dengan membuat parit di sekeliling lahan buah naga yang berguna untuk saluran drainase di areal kebun agar saat hujan air tidak menggenangi lahan terlalu lama, sehingga dapat mencegah tanaman buah naga menjadi busuk.

Bibit Buah Naga

 bibit buah naga


cara menanam buah naga ditentukan oleh bibit dan perendaman dengan pupuk buah naga organik 
Gunakan bibit buah naga dari indukan yang sehat, tahan penyakit dan memiliki potensi hasil yang tingi.

Kemudian rendam bibit buah naga tersebut dengan pupuk buah naga organik cair GDM Spesialis Buah sebanyak 1 gelas air mineral yang dilarutkan dengan 10 liter air dan rendam selama 1-2 jam.

Fungsi perendaman bibit menggunakan pupuk buah naga organik cair GDM Spesialis Buah adalah untuk menghilangkan penyakit tular bibit dan memberikan hormone pada bibit untuk mempercepat pertumbuhan tanaman buah naga.

Jarak Tanam Buah Naga

Setelah dulur-dulur merendam bibit buah naga dengan pupuk buah naga organik cair GDM Spesialis Buah, dulur-dulur dapat menanam bibit buah naga dengan jarak tanam 2,5 x 3 m. Sehingga dalam luasan lahan 1 hektar membutuhkan tiang penyangga sebanyak 2000 dan bibit tanaman buah naga sebanyak 8000.

Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

 budidaya buah naga


Pada budidaya buah naga, pemeliharaan merupakan faktor penentu hasil panen
Pemeliharaan merupakan faktor penting dalam budidaya buah naga, oleh karena itu dulur-dulur harus melakukan pemeliharan tanaman buah naga dengan baik dan benar. Berikut cara pemeliharaan buah naga yang baik dan telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen.

Sistem Pengairan Pada Tanaman Buah Naga

Pada tahap pertumbuhan, dulur-dulur harus menjada sistem pengairan. Pengairan dilakukan setiap hari dan saat pemberian air diusahakan tidak berlebihan karena dapat membuat tanaman buah naga menjadi busuk.

Kemudian jangan lupa juga untuk pembersihan gulma/rumput harus rutin dilakukan agar tanaman buah naga dapat tumbuh maksimal.

Beri Pupuk Buah Naga Dengan Baik

Lakukan pemupukan setiap 3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK yang ditutup dengan pupuk kandang sebanyak 20-40 Kg per tiang penyanggah. Dulur-dulur harus menggunakan pupuk kandang yang sudah matang dan telah mengalami prsoses fermentasi sebelumnya.

Pupuk buah naga yang baik adalah jenis pupuk buah naga organik. Hal ini dikarenakan pupuk buah naga kimia dapat memberikan dampak buruk terhadap tanah, lingkungan, sekaligus buah yang akan dikonsumsi. Buah yang kita konsumsi dapat mengkumulasi bahan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, pupuk untuk buah naga seharusnya jenis pupuk organik.

Dulur-dulur dapat menggunakan pupuk buah naga organik cair GDM Spesialis Buah, karena mengandung bakteri yang menguntungkan untuk tanaman buah naga. Bakteri dalam pupuk buah naga organik cair GDM Spesialis Buah mampu menghasilkan berbagai hormon yang fungsinya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, mempercepat keluarnya bunga dan mempermudah pembentukan buah. Sehingga buah naga dapat tumbuh maksimal dan besar.

Semprotkan pupuk buah naga organik cair GDM Spesialis Buah setiap 10 hari sekali pada 3 bulan pertama setelah itu aplikasikan setiap 1 bulan sekali.

Pangkas Tanaman Buah Naga

 pangkas tanaman buah naga


Lakukan pemangkasan pada batang utama budidaya buah naga
Cara menanam buah naga dengan pemangkasan pada tanaman buah naga bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan cabang/sulur atau menghentikan pertumbuhan tunas baru. Hal ini dilkaukan agar tanaman buah naga dapat cepat berbunga dan berbuah.

Lakukan pemangkasan pada batang utama (primer) apabila tinggi tanaman melebihi tiang penyanggah (sekitar 2 m) dan sisakan 2 cabang sekunder, kemudian pangkas lagi masing-masing cabang sekunder tersebut dan tumbuhkan 2 cabang tersier yang fungsinya adalah sebagai cabang produksi.

Panen Buah Naga

Dulur-dulur wajib tahu ni, bahwa tanaman buah naga dapat berbuah hingga ± 10 tahun.

Waktu panen sebaiknya dilakukan pada saat pagi hari yaitu sekitar pkl. 06.00-09.00 atau saat sore hari pada pkl. 15.00-17.00. Lakukan pemanenan buah naga saat cuaca cerah dan tidak hujan sehingga kondisi buah naga akan lebih awet dan tidak mudah busuk.

Ciri-ciri buah naga yang siap panen adalah :
  1. Buah naga dapat dipetik setelah 50-55 hari setelah muncul bunga.
  2. Kulit buah mengkilat dengan adanya perubahan warna dari hijau menjadi merah.
  3. Pada mahkota buah ukurannya mulai mengecil.
  4. Pada kedua ujung pangkal buah menjadi kering dan keriput.
  5. Buah naga berukuran besar dan bulat sempurna dengan berat diperkirakan antara 400-600 gram.

Itulah cara menanam buah naga yang baik dan benar.
cara menanam buah naga

Cara Menanam Pisang Agar Berbuah Lebat Dan Menguntungkan

cara menanam pisang

Cara Menanam Pisang – Berbagai macam buah memberikan banyak sekali manfaat untuk tubuh. Mengkonsumsi buah setiap hari sangatlah baik, karena kandungan nilai gizi yang besar membuat tubuh selalu tetap sehat.

Buah pisang merupakan buah yang kaya akan kandungan vitamin, kalsium protein, mineral, lemak, maupun zat besi. Selain itu kandungan asam triptophan yang tinggi sangat efektif untuk meredakan gejala stress.

Banyaknya manfaat dan keuntungan yang dapat diperoleh pada buah pisang membuat konsumsi buah pisang semakin hari semakin meningkat. Selain itu faktor harga yang relatif stabil di pasaran membuat banyak petani saat ini yang beralih untuk tanam pisang.

Sayangnya, minat petani yang tinggi tidak didukung dengan kemampuan pengelolaan yang baik juga, sehingga produksi dan produktifitasnya cenderung tidak meningkat.

Banyaknya kendala teknis saat budidaya pisang, seperti berbagai serangan penyakit membuat petani gagal panen dan rugi. Dari masalah diatas, membuat kami tergerak untuk memberikan solusi dalam budidaya pisang yang dapat dipastikan selalu berhasil hingga waktu ini.

Melalui panduan ini, kami akan memberikan cara menanam pisang agar berbuah lebat dan menguntungkan.

Untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan dalam budidaya pisang, maka berikut ini yang perlu dulur-dulur perhatikan:

1. Cara Menanam Pisang Yang Baik dimulai Dengan Bibit Pisang Yang Baik

 bibit pisang


cara menanam pisang yang baik berawal dari bibit yang baik

Dulur-dulur pasti setuju, bahwa cara menanam pisang yang baik dimulai dari bibit pisang yang baik. Maka dari itu telah kami berikan cara memilih bibit pisang yang baik.

Berikut kami berikan ciri-ciri bibit pisang yang baik dalam budidaya pisang :

  • Pilihlah bibit pisang yang sehat dengan tinggi 1-1,5 meter dan diameter sekitar 15-20 cm.
  • Bibit pisang yang berasal dari indukan yang berkualitas baik, sehat dan produksi buah tinggi.
  • Dalam pembibitan pisang dikenal dengan anakan muda dan anakan dewasa. Maka sebaiknya Anda memilih bibit pisang yang menggunakan anakan dewasa, karena biasanya sudah memiliki bakal bunga dan cadangan makanan dalam bonggol pisang.

Silakan Anda memilih bibit pisang sesuai dengan ciri-ciri yang kami rekomendasikan, karena bibit pisang yang sehat dapat mempengaruhi jumlah sisir dalam tandan pohonnya.

Setelah Anda medapatkan bibit pisang yang sesuai dengan yang kami rekomendasikan, maka lakukan perendaman bibit pisang dengan menggunakan pupuk pisang organik yaitu pupuk organik cair GDM Spesialis buah – buahan selama 2-3 jam.

Dengan menggunakan pupuk pisang organik yaitu pupuk organik cair GDM spesialis buah – buahan, maka penyakit tular bibit dapat dicegah oleh bakteri GDM sejak awal dan pertumbuhan tanaman akan lebih cepat.

Hal ini dikarenakan hormon yang dihasilkan oleh bakteri GDM akan bekerja mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman akan tumbuh sehat dan cepat.

2. Persiapan Lahan Budidaya Pisang

 budidaya pisang


contoh lahan budidaya pisang
Setelah dulur-dulur mendapatkan bibit pisang yang baik, maka langkah selanjutnya yaitu dulur-dulur harus mempersiapkan lahan untuk budidaya pisang.

Dalam mempersiapkan lahan untuk budidaya pisang, dulur-dulur harus melakukan kegiatan berikut ini :
  • Bersihkan gulma pada lahan pisang agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman pisang.
  • Bajak atau cangkul lahan agar tercipta kondisi media perakaran yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan pertumbuhan mikroorganisme tanah.
  • Berikan pupuk pisang dengan manaburkan pupuk kandang.
  • Buat lubang tanam dengan ukuran 30x30x40 cm dan atur jarak tanam antar tanaman agar tidak terlalu rapat, yaitu sekitar 3×3 m. Dengan jarak tanam pisang yang ideal akan memaksimalkan penyerapan nutrisi yang diberikan.
  • Buat saluran drainase disekitar lubang tanam agar saat hujan lahan tidak tergenang air.

Sebagai tambahan, agar budidaya pisang menjadi berbuah lebat dan menguntungkan. Dulur-dulur dapat menambahkan dengan GDM Black Bos untuk mempercepat proses pengomposan dalam tanah, membunuh jamur dan bakteri pathogen dan mempercepat menggemburkan tanah, lalu diamkan selama 1 minggu.

Bakteri dalam GDM Black Bos mampu mempercepat proses fermentasi dalam tanah, sehingga proses pengomposan dalam tanah akan lebih cepat.

Selain itu bakteri GDM Black Bos mampu menghasilkan antibiotik alami sehingga bakteri dan jamur pathogen dapat segera dihilangkan dan beberapa enzim yang dihasilkan bakteri GDM Black Bos mampu mendegradasi residu kimia yang tertinggal dalam tanah sehingga tanah menjadi sehat, subur dan gembur.

3. Lakukan Pindah Tanam Pisang

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada saat awal musim hujan, agar bibit pisang yang ditanam tercukupi pasokan airnya. Dengan begitu tanaman pisang lebih cepat pertumbuhannya dan mengurangi tingkat stress air.

4. Pemeliharaan Sangat Perlu Dalam Budidaya Pisang

 pupuk pisang


cara menanam pisang yang dapat meningkatkan hasil panen
Cara menanam pisang agar tumbuh sehat dan panen maksimal sangatlah mudah, asal dulur-dulur dapat memenuhi semua syarat yang telah kami sebutkan diatas. Pemeliharaan pada saat budidaya pisang harus dilakukan hingga saat panen tiba.

Kecukupan nutrisi, kebersihan lahan dari gulma, ketercukupan air hingga antisipasi awal serangan hama dan penyakit merupakan hal-hal yang harus dulur-dulur perhatikan setiap saat.

Agar pertumbuhan pohon pisang lebih cepat dan berbuah maksimal salah satunya yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan Pupuk pisang Organik Cair GDM Spesialis Buah-buahan. Anda dapat memasukan pupuk pisang organik GDM setelah tanaman pisang telah pindah tanam.

Saat umur pisang di bawah 3 bulan, semprot pohon pisang setiap 1 minggu sekali dengan menggunakan POC GDM yang bertujuan membantu mencukupi kebutuhan nutrisi dalam budidaya pisang.

Setelah umur tanaman pisang 3 bulan ke atas, maka dulur-dulur dapat menggunakan pupuk pisang organik GDM spesialis buah-buahan dengan cara dikocorkan.

Untuk memaksimalkan ukuran dan jumlah buah pisang agar berbuah banyak dan besar, maka perlu dilakukan hal berikut:
  • Setelah pohon pisang berbuah dan tandan pisang telah terbentuk sekitar 5-7 sisir, segera lakukan pemotongan pada jantung/bunga pisang.
  • Selanjutnya, semprot dengan POC GDM agar tidak mudah terserang penyakit.
  • Setelah itu bungkus dengan kertas/plastik/karung.
  • Pada perakaran berikan pupuk yang mengandung kalium tinggi dan kocor dengan POC GDM setiap 2 minggu sekali.

5. Cara Panen Pisang

cara budidaya pisang
Buah pisang dapat dipanen rata-rata pada umur 1 tahun (hal ini tergantung dari jenis dan varietas pohon pisang yang ditanam).

Ciri-ciri buah pisang yang siap panen adalah :
  1. Ditandai dengan mulai mengeringnya daun bendera.
  2. Pada buah yang tua akan memiliki sudut tumpul dan membulat.
  3. Mudah patah pada bekas putik bunga.
  4. Mudah rebah pada kebanyakan pelepah.
  5. Warna kulit buah tampak lebih cerah.

Cara menanam pisang diatas telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen, jika hasil panen meningkat maka keuntungan dulur-dulur juga akan meningkat bukan.

Panduan cara menanam pisang telah kami berikan secara lengkap untuk dulur-dulur tani diseluruh Indonesia.

Cara Menanam Semangka Yang Terbukti Meningkatkan Hasil Panen

 syarat tumbuh semangka
Cara menanam semangka ini telah kami coba dan telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen semangka. Teknik budidaya semangka ini telah diterapkan oleh mitra kami yang berada di Kab Indramayu, Jawa Barat.

Semangka mempunyai nama Latin Citrullus lanatus, masuk dalam suku Cucurbitaceae yang merupakan tanaman rambat yang cocok ditanam di daerah tropis dan subtropis. Buah semangka merupakan buah yang memiliki rasa yang segar, manis dan memiliki kandungan air cukup tinggi. Hal inilah yang membuat semangka sangat di gemari oleh seluruh masyarakat dan dapat dibeli dengan mudah di pasar tradisional, kios buah bahkan supermarket di Indonesia.

Bagi dulur-dulur yang tertarik untuk menanam semangka, berikut akan kami berikan cara menanam semangka yang telah terbukti membuat hasil panen melimpah.

1. Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

 syarat tumbuh semangka


cara menanam semangka yang baik dengan memperhatikan syarat tumbuhnya
Cara menanam semangka yang pertama yaitu dengan mengikuti syarat tumbuh tanaman semangka. Dengan mengikuti syarat tumbuh tanaman semangka, dapat dipastikan tanaman semangka akan tumbuh dengan maksimal.

Berikut adalah syarat tumbuh tanaman semangka :

A. Jenis dan PH tanah

Jenis media tanah yang disenangi oleh tanaman semangka adalah tanah yang mengandung bahan organik dan unsur hara tinggi, gembur, bersih dari gulma. Serta tanaman semangka dapat terkena langsung sinar matahari tanpa ada tanaman tinggi yang menaungi.

Tanaman semangka dapat tumbuh maksimal pada pH normal yaitu 6-7. Oleh karena itu, sebaiknya dulur-dulur rutin untuk melakukan pengecekan pH tanah. Apabila pH tanah asam atau dibawah 6, maka sebaiknya segera melakukan penaburan dolomite atau kapur pertanian agar pH tanah kembali normal.

B. Ketinggian Lahan Tanam Semangka

Tanaman semangka akan tumbuh baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi dengan kisaran antara 0 – 1000 meter di atas permukaan laut. Wilayah yang cocok untuk budidaya semangka adalah wilayah yang kering dan rendah dalam penguapan air.

C. Iklim atau Suhu

Tingkat kelembaban udara yang cocok untuk budidaya semangka adalah rendah dengan curah hujan 40-50 mm per bulan dan suhu sekitar 25°C saat siang hari.

D. Jarak tanam semangka

Menggunakan jarak tanam yang ideal akan membuat budidaya semangka menjadi optimal. Ada dua cara untuk menentukan jarak tanam semangka. Pertama, dengan cara tanam sistem tunggal yaitu menggunakan jarak tanam ideal sekitar 90-100 cm x 3 m. Kemudian yang kedua, yaitu dengan cara tanam sistem ganda yaitu menggunakan jarak tanam 90-100 cm x 6-7 m.

Dengan mengikuti syarat tumbuh tanaman semangka, maka dapat dipastikan bahwa budidaya semangka akan menjadi lebih optimal.

2. Persiapan Benih Semangka

 benih semangka


Setelah melengkapi syarat tumbuh tanaman semangka, langkah berikutnya dalam budidaya semangka yaitu dengan memilih benih semangka yang baik. Dalam membeli benih semangka, pastikan benih tersebut merupakan benih unggul yang terdapat sertifikat.

Dulur-dulur bisa mendapatkan benih semangka yang berkualitas dari toko pertanian terdekat. Setelah mendapatkan benih semangka yang berkualitas, jangan dulu menanam benih semangka tersebut.

Lakukan proses perendaman benih semangka terlebih dahulu dengan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah-buahan sebanyak 30 ml dicampur dengan 1 liter air hangat dan direndam selama 4-5 jam. Kemudian ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau kertas koran.

Setelah 2-3 hari benih semangka akan mulai berkecambah dan siap dipindah pada media semai.

Fungsi Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah-buahan pada proses perendaman adalah untuk mempercepat perkecambahan benih dan menghilangkan penyakit tular benih. Hal ini dikarenakan bakteri yang terkandung dalam POC GDM mampu menghasilkan hormon untuk mempercepat proses perkecambahan dan mengsilkan antibiotik alami untuk menghilangkan dan melindungi dari penyakit tular benih.

Info lebih detail mengenai pupuk organik cair GDM Spesialis Buah-buahan dapat dilihat disini

3. Penyemaian Benih Semangka

 penyemaian semangka


Setelah benih semangka siap untuk disemai, maka langkah selanjutnya yaitu penyemaian benih semangka. Penyemaian benih semangka ini bertujuan agar benih dapat tumbuh secara maksimal serta dalam proses kontrol akan lebih mudah, karena penyemaian terdapat pada satu tempat.

Bahan Penyemian Benih Semangka :

  • Media tanam berupa tanah
  • Pupuk kadang (jumlah sesuai kebutuhan)

Cara Penyemian Benih Semangka :

  • Bersihkan tanah dari sampah dan hama pengganggu
  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang (jumlah secukupnya)
  • Tanam benih semangka dalam lubang tanah sedalam 3-5cm
  • Lakukan penyiraman dengan air bersih

Pastikan langkah diatas dulur-dulur lakukan dengan benar dan baik, agar benih semangka dapat tumbuh optimal dan baik.

4. Pengolahan Lahan Tanam

 lahan semangka


Pengelolahan lahan tanam budidaya semangka
Sambil menunggu benih semangka tumbuh menjadi bibit, dulur-dulur bisa menyiapkan lahan tanam untuk budidaya semangka. Tanaman semangka membutuhkan lahan tanah yang gembur.

Agar tanah gembur, maka lakukanlah proses pengolahan lahan dengan traktor/bajak. Selanjutnya yaitu dengan membuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos sebanyak 10-20 ton per ha.

Pupuk kandang ini berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan yang akan ditanami semangka. Apabila pH tanah rendah/asam, maka taburkan dolomite/kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah hingga menjadi pH 6 – 7.

Kemudian semprotkan dengan menggunakan GDM Black Bos agar tanah selalu menjadi gembur, subur dan terbebas dari serangan penyakit tular tanah, seperti layu, busuk, bercak daun, dll. Hal ini dikarenakan GDM Black Bos memiliki bakteri yang dapat mempercepat penguraian residu dan racun-racun kimia yang ada ditanah serta dapat menghilangkan jamur ataupun bakteri tular tanah.

Informasi lebih detail mengenai produk GDM Black Bos dapat dilihat disini

5. Cara Menanam Semangka

 budidaya semangka


Tips Ahli GDM sedang mengamati cara menanam semangka yang baik
Setelah benih menjadi bibit, dan bibit tersebut telah berumur 7-10 hari. Maka bibit semangka siap untuk dipindah ke lahan tanam (bedengan). Sebelum melakukan proses pindah lahan tanam, buat lubang tanam dan lakukan penyiraman menggunakan GDM Black Bos sebanyak 1 kg yang dicampur 100 liter air dan disiramkan pada masing-masing lubang.

Proses penyiraman GDM Black Bos pada lubang tanam yaitu agar tanaman semangka dapat terbebas dari serangan penyakit tular tanah seperti layu, busuk, bercak daun, dll.

Apabila setelah proses pindah tanam ada bibit semangka yang mati, maka harus segera dilakukan penyulaman dengan menanam bibit semangka baru, maksimal 7 hari setelah proses pindah tanam. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan benih semangkat dapat seragam dan masa panen semangka bisa bersamaan.

6. Cara Pemupukan Semangka

 pemupukan semangka


Agar budidaya semangka dapat tumbuh maksimal, gunakan pupuk organik cair GDM spesialis buah-buahan
Agar pertumbuhan semangka dapat optimal, maka lakukan proses pemupukan pada tanaman semangka setiap 1 minggu sekali dengan pupuk NPK dan KNO3. Selain itu semprotkan pupuk yang disemprotkan di daun yaitu dengan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Buah-buahan setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki agar pertumbuhan tanaman lebih cepat.

Hal ini dikarenakan POC GDM mengandung 7 bakteri menguntungkan serta mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap sehingga kebutuhan nutrisi tercukupi dan tanaman terlindungi dari serangan penyakit.

7. Pemeliharaan Dalam Budidaya Semangka

 pemeliharaan semangka


Cara menanam semangka yang menentukan hasil panen yaitu cara pemeliharaan yang benar
Cara menanam semangka yang tidak kalah penting adalah tahap pemeliharaan, karena tanaman semangka akan mendapat asupan air dan nutrisi yang cukup sehingga budidaya semangka akan tumbuh secara maksimal.

Berikut adalah cara pemeliharaan dalam budidaya semangka :

Penyiraman Tanaman Semangka

Lakukan penyiraman tanaman semangka setiap 3 hari sekali atau dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca ataupun lingkungan setempat. Namun pada awal pembentukan bunga sebaiknya jangan disiram, lakukan penyiraman kembali saat buah semangka mulai terbentuk.

Saat buah sudah mencapai bentuk maksimal kurangi intensitas penyiraman agar kadar gula dalam buah terjaga.

Posisi Batang Utama

Atur posisi batang utama dan ranting tanaman semangka pada bedengan, agar budidaya semangka menjadi rapi dan mudah dalam pemeliharaan.

Pemangkasan Cabang

Agar produksi buah semangka menjadi maksimal, maka lakukan pemangkasan cabang. Cabang yang dipangkas yaitu cabang utama setelah ruas ke lima.

Tunas samping yang baru tumbuh juga dipangkas, kemudian tiga cabang samping yang dipelihara. Hal ini bertujuan agar selama budidaya semangka proses penyerapan unsur hara dapat terfokus pada cabang yang dipelihara saja.

Penyiangan Gulma

Lakukan proses penyiangan gulma yang mengganggu tanaman semangka.

Buang Buah Yang Tidak Normal

Pada umunya buah semangka yang dapat tumbuh dengan baik pada tanaman semangka hanya berjumlah 2-3 buah saja.

Maka dari itu buah semangka yang tidak normal pada daun pertama sampai ke 13 harus dibuang dan buah semangka yang dipelihara hanya buah pada daun ke 14 keatas. Hal ini dilakukan agar dalam budidaya semangka dapat menghasilkan buah yang maksimal.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit Semangka

 hama semangka


Salah satu hama yang menyerang budidaya semangka
Selalu lakukan proses pengamatan pada tanaman semangka untuk mengetahui serangan hama dan penyakit dari awal. Jika serangan hama berada diatas ambang batas ekonomi kendalikan dengan insektisida dan jika ada serangan penyakit kendalikan dengan fungisida ataupun bakterisida.

Dengan aplikasi rutin GDM Black Bos dan pupuk organik cair GDM akan memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit sehingga dapat menekan biaya pestisida.

9. Tahap Panen Semangka

 panen semangka


Cara menanam semangka dengan metode GDM dapat meningkatkan produksi semangka
Semangka dapat dipanen pada umur 60-70 HST, tergantung dari jenis dan varietasnya. Ciri-ciri buah yang siap panen adalah warna kulit buah telah memudar dan sulur pada pangkal tangkai buah telah mengering. Buah semangka dapat dipetik beserta tangkainya dan dipanen saat cuaca cerah.

Itulah cara menanam semangka yang telah kami buktikan dapat meningkatkan hasil panen. Cara menanam semangka ini telah kami bukti di Kab Indramayu.
Salam Go Organik Indonesia.

Tips Menanam Nangkadak di Kebun Sendiri – Agar Buah Melimpah

 


Seperti yang kita tahu, nangkadak adalah jenis buah nangka. Tapi yang unik dari tumbuhan yang satu ini adalah, karena hasil dari persilangan antara buah nangka dan cempedak. Buah nangka ini juga mewarisi sifat unggul dari buah nangka mini dan juga cempedak yang tentunya memiliki cita rasa manis dan legit.
ads
Proses penanaman nangkadak
Proses penanaman nangkadak ini sangat menarik untuk kita ketahui:
  • Pemilihan bibit yang baik
Bibit bisa di peroleh dari perbanyakan dari biji okulasi ataupun cangkok. Bahkan pembibitan bisa kita lakukan sendiri. Tapi perlu di perhatikan bahwa memilih bibit itu adalah proses yang paling penting, karena dapat mempengaruhi kelangsungan pertumbuhan tanaman untuk selanjutnya. Misalnya, bibit nangkadak harus bebas dari hama penyakit, berdaun hijau dan segar dan paling terpenting tidak layu, tips yang paling penting dalam menanam nangkadak di kebun sendiri adalah dengan memastikan berbatang kokoh tidak kering dan memilih cabang rindang.
  • Lokasi penanaman
Untuk lokasi yang cocok dalam menanam nangkadak ini adalah dengan memilih dataran dengan ketinggian berkisar 0-800 m dpl dan memiliki curah hujan tahunan. Selain itu tips menanam nangkadak di kebun sendiri juga yang perlu di perhatikan adalah dengan memastikan sekitar lingkungan harus bersih dari rumput liar di sekitar lahan yang akan di tanam. Selain itu, pastikan lahan tidak terlalu sempit, tanahnya juga kaya dengan unsur hara, dan mendapat sinar matahari langsung.
  • Pembuatan lubang di lahan
Kita bisa menggunakan cangkul untuk membuat lubang pada tanah. Kemudian masukkan kompos atau pupuk kandang yang sudah terfermentasi dan sekam, kemudian aduk sampai merata dan diamkan selama 2-3 hari, biarkan itu terkena sinar matahari secara langsung. Tujuannya, agar bakteri sumber penyakit bisa mati.
  • Penanaman
Perakaran bibit nangkadak harus di letakkan pada lubang tanam yang sudah di sediakan tadi. Kalau membeli bibit di toko, biasanya sudah tertanam pada media polybag, jadi cara mudahnya, kita tinggal menyobek plastik polybag dengan hati-hati, jangan sampai balutan tanah dan perakaran putus. Posisi bibit pun perlu di perhatikan, misalnya pastikan posisi bibit jangan miring, haruslah tegak lurus. Tujuannya, agar dapat tumbuh sempurna ketika di tanam nanti. Coba cek juga tentang Cara Merawat Pot Gantung dan Tanaman Hiasnya
  • Penutupan lubang
Setelah bibit nangkadak di letakkan pada lubang tanam, kita tinggal tutup dengan media campuran tanah juga kompos dan sekam yang sudah kita persiapkan. Tapi jangan lupa untuk menutupnya sampai rapat. Tips menanam marigold yang mudah juga dengan cara penutup lubang tanam di padatkan sedikit dengan di injak-injak dengan baik. Jangan terlalu padat juga ketika menginjak-injaknya, karena ini dapat menghambat proses pertumbuhan tanamannya.
  • Penyiraman
Untuk penyiraman, yang perlu di perhatikan adalah jangan menyiram tanaman ini menjadi terlalu becek. Jangan menggunakan alat yang bisa menyiram tanaman ini, sehingga menyentuh marigold secara langsung. Coba dengan menyiram menggunakan semprotan tanaman, atau botol minuman yang di isi air dengan cukup. Coba cek juga tentang Cara Pembuatan Biogas Mini untuk Pupuk Tanaman

  • Pemupukan
Pemupukan yang rutin, bisa sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Ini memberikan nutrisi dengan baik bagi pertumbuhan tanaman. Bahkan jika pemupukan di lakukan dengan rutin, ini bisa membantu tanaman terhindar dari penyakit dan tetap terus sehat bahkan meleset dari bakteri yang mau menyerang.
  • Perangsangan
Agar tumbuhan nangkadak bisa bertumbuh dengan cepat, perlu di berikan hormon yang bisa merangsang pertumbuhan buah dan bunga. Bahkan, jika kita mencoba untuk merangsang pertumbuhan buah dan bunga, itu bisa menghasilkan buah yang lebih berkualitas. Perangsang buah yang paling terlihat hasilnya adalah POC BMW. Perangsang buah yang satu ini bisa terbukti menghasilkan buah yang berkualitas. Bahkan terbukti menghasilkan banyak buah yang baik, hanya dalam beberapa hari saja. Coba cek juga tentang Cara Membuat Sabut Kelapa sebagai Pupuk Organik Cair
  • Perawatan
Perawatan untuk tumbuhan yang satu ini juga sangat penting. Agar tumbuh secara optimal, Cobalah untuk menyiramnya 1-2 kali sehari. Tapi juga bergantung kelembapan tanahnya. Itu sebabnya, jangan lupa untuk membersihan rumput -rumput yang tumbuh di sekitaran tanaman ini.

  • Penanggulangan hama dan penyakit
Cara yang paling efektif dalam hal ini adalah dengan penyemprotan insektisida. Dalam penanggualangannya, kita bisa semprotkan 5 hari sekali untuk benar-benar memastikan bahwa hama dan penyakit tidak sampai pada tumbuhan ini.
Selain itu, ternyata nangkadak menghasilkan daging bauh yang sedikit di karenakan faktor penyerbukan bunga jantan dan bunga betina yang kurang sempurna. Itu sebabnya, agar penyerbukan tumbuh sempurna, bisa dilakukan dengan metode atau cara lain yang bisa di lakukan dengan baik. Caranya adalah dengan penyerbukan buatan. Ini bisa di lakukan dengan mengawinkan betina nangkadak dengan pejantan nangkadak.  Coba cek juga tentang Ciri-Ciri Tanaman Kekurangan Unsur Hara NPK
Perlu di pastikan juga untuk mengatur waktu yang tepat dalam hal pengawinan, kita harus benar-benar memastikan bahwa betina memang benar-benar bisa siap kawin. Cirinya:
  1. Bunga di selimuti bulu-bulu lembut dengan warna hijau cerah
  2. Sudah kering dan mengeras
  3. Bunga jantan nangkadak mirip pejantan nangka
  4. Bunga betina nangkadak gemuk
Yang paling penting adalah serbuk bunga jantan menempel di bunga betina. Jika sudah seperti itu, pasti tanaman nangkadak ini bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak buah yang berkualitas. Pohon nangkadak bisa memproduksi buah antara 50-75 buah setiap tahun ketika tanaman baru mencapai usia sampai 2-3tahun.
Dan itu akan terus meningkat seiring bertambahnya usia pohon. Penanaman nangkadak memang tidak mudah, namun jika kita mengetahui dengan baik tentang penanaman buah ini, pasti hasilnya bagus.

Cara Merawat Semangka di Musim Hujan Agar Berbuah Besar dan Segar

 


Semangka merupakan salah satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi di Indonesia, terutama pada saat musim kemarau. Selain menyegarkan dan rasanya yang manis, buah ini juga terkenal dengan nilai ekonomi yang tinggi. Maka dari itu, tidak sedikit orang Indonesia yang mulai membudidayakan tanaman buah ini untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia.
ads
Banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan penanaman tanaman semangka selain pengetahuan dasar tentang budidaya tanaman.
Ada banya faktor-faktor kecil yang ternyata merupakan syarat penting dalam pertumbuhan dan keberhasilan petani dalam budidaya semangka. Maka dari itu, sebelum mengetahui cara merawat semangka di musim hujan agar berbuah besar dan segar, perlu diketahui juga syarat-syarat yang diperlukan dalam pertumbuhan semangka.
  • Ketinggian Lahan
Ketinggian lahan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kesuksesan penanaman semangka. Semangka akan tumbuh dengan optimal di ketinggian 0 – 600 mdpl. Meskipun, semangka tetap dapat berbuah dan tumbuh dengan baik pada ketinggian di atas 600 mdpl, umur panennya akan lebih lama dibandingkan jika ditanam di dataran yang lebih rendah. Yuk simak juga cara merawat pohon lemon supaya cepat berbuah.
  • Kesesuaian Lahan
Tanaman semangka menyukai lahan tanah yang memiliki tekstur remah, gemur, dan berpasir dengan sistem drainase yang baik. Sebaiknya tanah dibajak dan digaru terlebih dahulu untuk menggembukan dan meratakan tanah sebelum memulai penanaman.
  • Musim Tanam
Musim tanam bisa dikatakan sebagai faktor yang sangat penting dalam kesuksesan penanaman semangka. Tanaman semangka menyukai iklim yang panas dan kering, yaitu pada saat musim kemarau. Pada kondisi ini, semangka akan tumbuh secara optimal dengan penyediaan air yang cukup, dimana air tidak menggenangi lahan.
Meskipun begitu, menanam semangka pada saat musim hujan bukanlah hal yang tidak mungkin. Hanya saja, hasil panen sulit untuk optimal dan akan menghadapi berbagai tantangan yang dapat berpotensi gagal panen. Tantangan yang paling sering ditemui oleh petani adalah serangan penyakit yang meningkat seperti pembusukan buah sebelum panen ataupun tumbuhnya jamur pada buah karena suhu yang lembab.
Selain itu, dengan penataan lahan yang kurang baik dan sistem drainase yang kurang sempurna juga dapat menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman semangka menjadi kurang optimal seperti cara merawat bawang merah di musim hujan.
Dari masalah akan dihadapi pada musim hujan, ada tiga hal yang wajib dilakukan pada saat menanam semangka di musim yang lembab ini. Berikut adalah cara merawat semangka di musim hujan agar berbuah besar dan segar.


1. Menggunakan Plastik Mulsa
Penggunaan plastik mulsa dalam budidaya tanaman semusim merupakan alternatif terbaik yang dapat dilakukan untuk menunjang kesuksesan dalam budidaya tanaman, baik di musim kemarau maupun hujan. Semangka juga merupakan salah satu buah yang akan lebih optimal jika ditanam di musim kemarau, maka dari itu membuat buah ini sebagai tanaman semusim.
Menggunakan cara ini untuk menanam semangka di luar musimnya akan sangat membantu untuk menjaga masa pertumbuhannya. Plastik musa ini bermanfaat untuk mengatur tingkat atau kadar air dalam tanah. Caranya adalah dengan menutupi lahan atau bedengan air dengan plastik ini, maka air hujan tidak akan sepenuhnya mengguyur tanah secara langsung. Yuk simak juga tips menanam mangga agar cepat berbuah.
2. Membuat Bedengan
Bedengan air pada lahan tanaman semangka sangat berguna untuk mengurangi dan meminimalisir kebanjiran akibat hujan seperti cara perawatan cabai di musim hujan. Jika tidak dibuat bedenga dan bibit ditanam di lahan datar, maka air hujan akan merendam seluruh tanaman semangka karena tidak ada jalur yang mengalirkan air. Jika dibuar bedengan, maka posisi tanaman akan lebih tinggi dan tidak akan terendam air hujan.
3. Waspada pada Hama dan Penyakit
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hama dan penyakit akan jauh lebih mudah menyerang tanaman semangka pada saat musim hujan. Sebagai salah satu cara merawat semangka di musim hujan agar berbuah besar dan segar, perlu diketahui juga jenis hama dan penyakit apa saja yang menyerang tanaman semangka beserta dengan cara mengatasinya. Yuk simak juga cara merawat pohon alpukat agar cepat berbuah.


Hama Semangka 
Serangan hama yang utama seperti serangan trips, kutu kebul, dan tungau dapat menyerang daun tanaman semangka anda dan menyebabkan dau menjadi keriting, kerdil, dan tidak normal. Selain merusak daun, hama-hama tersebut juga merupakan vektor atau perantara berbagai virus yang berbahaya bagi tanaman seperti virus mozaik dan virus gemini
  • Lalat Bibit : gunakan insektisida dengan bahan aktif imidacloprid dan bahan sejenisnya.
  • Ulat Tanah : gunakan insektisida dengan bahan aktif klorpirifos, imidacloprid atau karbofuran dan bahan sejenisnya.
  • Ulat Penggerek Daun dan Buah : gunakan insektisida bahan aktif sipermetrin, beta siflutrin, profenofos, klorpirifos, metomil, karbosulfan, lamda sihalotrin, deltametrin, klorantraniliprol, emamektin benzoate, dan bahan sejenisnya.
  • Tungau : gunakan insektisida dengan bahan aktif abamectin, piridaben, klorfenapir, tetradifon, propargit, dan bahan sejenisnya.
  • Lalat Buah : gunakan insektisida dengan bahan aktif asetamiprid, spinosad, profenofos, sipermetrin, beta siflutrin, deltametrin, malation, dan bahan sejenisnya.
  • Trips : gunakan insektisida dengan bahan aktif klorpirifos, metomil, imidacloprid, sipermetrin, abamectin, dan bahan sejenisnya.
  • Kutu Debul : gunakan insektisida dengan bahan aktif imidacloprid, abamectin, tiametosksam, klorfenapir, disafentiuron, dan bahan sejenisnya.
Penyakit Semangka
  • Layu Bakteri : gunakan bakterisida dengan bahan aktif streptomicin sulfat dan bahan sejenisnya.
  • Layu Jamur : gunakan fungisida dengan bahan aktif benomyl, tembaga hidroksida, dan bahan sejenisnya.
  • Downey Mildew : gunakan fungisida dengan bahan aktif mankozeb, belerang, propineb, tembaga hidroksida, metalaksil, benomyl, tebukonazol, propikonazol, dan bahan sejenisnya.
  • Bercak Daun : gunakan mankozeb, propineb, klorotalonil, tembaga hidroksida, dimetomorf, difeokonazol, propikonazol, benomyl, simokasanil, karbendazim, triadimefon, azoksistrobin, dan bahan sejenisnya.
Inilah cara merawat semangka di musim hujan agar berbuah besar dan segar. Semoga informasi ini bermanfaat.

Cara Merawat Tanaman Melon di Musim Hujan

Menanam melon di kala musim hujan tentu tidak sama dengan cara merawat semangka di musim hujan, namun keduanya membutuhkan usaha ekstra jika dibandingkan dengan saat musim kemarau. Namun bukan berarti melakukan proses penanaman di luar kebiasaan tersebut tidak dapat mendatangkan keuntungan maksimal. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh beberapa petani melon di Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Cara merawat tanaman melon di musim hujan ala para petani Rembang adalah dengan melakukan perawatan yang lebih intensif, serta pemberian nutrisi yang tepat. Dengan kiat tersebut, mereka bahkan dapat menghasilkan panen rata-rata 10 ton, dengan berat buah melon berkisar 2,5 kg.
Jelas hal tersebut sangatlah menguntungkan, mengingat di musim kemarau para petani melon di rembang tersebut hanya mampu menghasilkan panen sebanyak 5 ton. Harga jual melon produksi mereka di musim hujan pun meningkat yakni Rp. 8000,00 per kg, sedangkan saat musim kemau, harganya hanya sekitar Rp. 6000,00 per kg.
Jika Anda ingin mencicipi manisnya sukses panen melon di musim hujan, silahkan simak tips dan langkah-langkah berikut ini.
Cara Merawat Tanaman Melon di Musim Hujan
Curah hujan yang tinggi biasanya akan meningkatkan kelembapan di lahan pertanian, hal ini tentu menjadi momok tersendiri bagi para petani melon. Tidak hanya akan menyebabkan tanaman mudah busuk, namun kelembapan tinggi tersebut juga memicu munculnya cendawan atau jamur yang dapat merusak tanaman.
Ada beberapa solusi yang bisa Anda coba untuk mengatasi permasalahan tersebut, selain dengan tumpang sari tanaman melon dan cabe.

1. Dengan Menggunakan Ajir
Membuat ajir yang dibentuk seperti tiang jemuran memang akan memakan biaya produksi, namun mengingat manfaatnya yang besar untuk kebun melon Anda, kami rasa pembuatan ajir sangat perlu untuk dipertimbangkan. Teknik ini juga bisa diandalkan dalam cara menanam buah semangka raksasa.
Buatlah ajir dari tiang bambu dengan ketinggian setara lutut orang dewasa di sepanjang bedengan atau memanjang searah guludan. Teknik ini dikenal mampu mempertahankan 2 hingga 3 buah melon dengan berat rat-rata 2 kg. Selain itu, dengan adanya ajir bambu, buah melon tidak akan menyentuh permukaan tanah yang lembab.
Resiko terinveksi cendawan atau jamur berbahaya pun bisa diminalkan dibanding dengan membiarkan tanaman melon tumbuh membujur secara langsung di atas permukaan tanah.

2. Meninggikan Bedengan
Saat menanam melon di musim hujan, buatlah bedengan yang lebih tinggi. Tujuannya tentu saja agar air hujan yang mnggenang tidak mengenai tanaman melon. Tinggi bedengan yang disarankan adalah berkisar 1/2 meter atau kurang lebih 60 cm.
3. Dengan Menggunakan Mulsa Plastik
Jika Anda merasa pembuatan ajir bambu terlalu merepotkan, maka cara merawat tanaman melon di musim hujan yang lain adalah dengan menutup bedengan menggunakan plastik mulsa. Bahan dari plastik mulsa akan menahan air hujan tidak sampai turun ke permukaan tanah, dengan demikian, kelembapan tanah pun akan tetap terjaga.
Cara ini lazim juga dipakai dalam cara merawat bawang merah di musim hujan.

4. Menyemprot Fungisida
Untuk mencegah mulculnya cendawan atau jamur, maka kita perlu menyemprotkan fungisida pada tanaman melon. Lakukan penyemprotan tersebut setidaknya setiap 3 sampai 4 hari berselang.

5. Berikan Dosis Pemupukan yang Benar
Jika kita merawat tanaman melon di musim hujan dengan menggunakan ajir bambu, maka dosis pupuk yang dibutuhkan bisa lebih banyak dari biasanya. Berikut ini panduan pemupukan yang bisa Anda cermati.
  • Pupuk awal, berikan pupuk NPK dengan dosis 35 gr
  • Pupuk susulan, berikan pupuk pupuk Urea dengan dosis 300 – 400 ml larutan urea dengan konsentrasi 2 kg / 100 liter, serta pupuk NPK dengan dosis dan konsentrasi yang sama.
6. Rajin Merapikan Tanaman
Tanaman melon dikenal dengan daunnya yang berukuran rimbun dan besar, hal inilah yang menjadi salah satu masalah bagi para petani. Daun-daun yang terlalu rimbun tersebut seringkali menutupi satu dengan yang lain sehingga menjadikan proses fotosintesis menjadi terhalang.
Oleh sebab itulah, kita harus rajin-rajin merapikan serta menyibak daun-daun tersebut agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan proses pertumbuhan tanaman pun berlangsung dengan optimal. Atau bisa juga menanam melon dengan cara menanam melon dengan sistem lesehan.

7. Memantau Perkembangan Hama dan Penyakit
Hama serta penyakit menyerang tanaman melon secara lebih intensif jika pada saat musim hujan, sebab kondisi tanah dan lahan yang lembab merupakan sarana hidup yang paling digemari oleh berbagai hama dan penyakit. Untuk menanggulanginya, sebaiknya Anda melakukan pengecekan secara rutin, agar jika ada bibit-bibit hama dan penyakit yang muncul, Anda dapat melakukan penanganan.
Penanganan yang lebih cepat tentu akan memudahkan kita untuk mengontrol populasi hama sehingga tidak sampai menyebar dan membuat kerugian besar pada lahan pertanian. Untuk lebih jelasnya silahkan baca cara mengatasi cacar buah melon.


8. Melakukan Sanitasi Secara Rutin
Demikian halnya dengan menjaga sanitasi atau kebersihan lingkungan adalah salah satu cara merawat tanaman melon di musim hujan. Buang semua gulma yang muncul dan mengganggu tanaman, karena kehadiran gulma ini biasanya akan diikuti dengan hama serta penyakit.
Gulma menjadi rumah yang nyaman bagi hama dan penyakit untuk berkembang biak tanpa sepengetahuan kita, jadi, jangan pernah lengah dengan kehadiran gulma pada lahan pertanian Anda. Segera basmi sebelum Anda merugi.

9. Dengan Teknik Hidroponik
Cara merawat tanaman melon di musim hujan yang tidak boleh kita lewatkan adalah dengan melakukan sistem tanam secara hidroponik. Teknik ini sudah diuji coba oleh beberapa petani, dan hasilnya sangat memuaskan.
Keunggulan dari menanam melon secara hidroponik adalah kita dapat mengatur sendiri jumlah nutrisi yang diberikan pada tanaman, sehingga kadar kemanisannya bisa terjaga. Bahkan, setelah di tes, melon hasil tanam hidroponik dapat memiliki kadar manis sebesar 15 brix, jauh di atas kadar manis rata-rata yaitu 11 – 12 brix.
Namun yang harus diperhatikan saat melakukan sistem tanam hidropinik ini adalah menutup keran nutrisi agar tidak terpapar oleh air hujan. Jika nutrisi dalam cairan hidroponik tercampur dengan air hujan, maka rasa manis dari melon yang dihasilakn akan berkuran.
Selamat mencoba cara merawat tanaman melon di musim hujan seperti yang kami tuturkan di atas, semoga sukses dan panen melon semakin melimpah.

manfaat tanaman ADAS

Inilah khasiat manfaat daun adas dan buahnya bagi kesehatan tubuh Kegunaan dan khasiat daun adas bagi kesehatan sangatlah banyak. Be...