Tampilkan postingan dengan label Hewan Ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Ternak. Tampilkan semua postingan

Cara Ternak Ayam Petelur Yang Terbukti Meningkat Produksi

ternak ayam petelur
Sebelum berbicara mengenai cara ternak ayam petelur, Anda harus memahami dahulu apa itu ayam petelur. Agar dalam proses budidaya ayam petelur Anda dapat memberikan penanganan yang tepat, mulai dari pakan ayam petelur, hingga cara menanen.

Ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Ayam petelur ini pada sejarah awalnya adalah ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak.

Tahun demi tahun, ayam hutan dari berbagai wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para ahli. Tujuan dari seleksi ini adalah untuk menemukan gen terbaik pada unggas, sehingga ditemukan ayam/unggas petelur ataupun pedaging sesuai harapan.

Jenis ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging disebut ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur, disebut ayam petelur. Disetiap persilangan yang dilakukan, bertujuan untuk menemukan ayam petelur unggul.

Ini dilakukan dengan menyeleksi/membuang sifat jeleknya, kemudian sifat baiknya dipertahankan (“terus dimurnikan”). Ayam-ayam petelur unggul yang ada sangat baik dipakai sebagai plasma nutfah untuk menghasilkan bibit yang bermutu.

Produksi ayam petelur bisa dimulai sejak umur 5 bulan dan dapat terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai 1,5-2 tahun. Namun, umumnya produksi telur terbaik ada pada tahun-tahun awal ayam mulai bertelur.

Memilih Ayam Ras Petelur Sangat Penting Dalam Budidaya Ayam Petelur

 budidaya ayam petelur


Budidaya ayam petelur perhatian ras ayam yang Anda pilih
Dalam ternak ayam petelur, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih ayam ras petelur unggul. Ayam ras petelur yang unggul untuk dibudidayakan harus mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya adalah:
  • Produksi telur ayam harus tinggi.
  • Kualitas telur yang bagus.
  • Ayam petelur berasal dari bibit yang diketahui keunggulannya.
  • Ayam cepat mencapai usia dewasa kelamin, hanya dalam waktu 18-20 minggu.
  • Ukuran telur normal, dengan size 60-65 g.
  • Bebas dari sifat mengeram.
  • Tidak mudah stress.
  • Konversi pakan ayam petelur yang rendah.
  • Pertumbuhan dan perkembangan normal dan relatif cepat.
  • Harga DOC bersaing (Day Old Chicken).
  • Kemampuan adaptasi ayam terhadap lingkungan tinggi.
  • Kondisi fisik ayam sesuai dengan kondisi cuaca ditempat budidaya ayam petelur.
  • Ayam petelur tidak memiliki cacat fisik serta harus sehat.
  • Bulu pada ayam harus tampak halus, penuh serta baik pertumbuhan bulunya.

Pemilihan Bibit dan Calon Induk

 cara ternak ayam petelur


Photo bibit ayam petelur
Penyiapan bibit ayam petelur harus berkriteria baik. Kriteria bibit ayam petelur yang baik dapat adalah:

1. Konversi Ransum.

Yang dimaksud dengan konversi ransum yaitu perbandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dengan telur yang bisa dihasilkan oleh ayam. Konversi ransum bisa disebut dengan ransum per kilogram telur.

Ayam yang baik dapat makan sejumlah ransum serta dapat menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar dari ransum yang telah dimakannya. Bila konversi ini tidak sesuai (ayam makan terlalu banyak dan bertelur sedikit), maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu.

2. Produksi Telur.

Produksi telur harus menjadi perhatian utama pada budidaya ayam petelur. Bibit yang dipilih harus bibit yang dapat memproduksi telur banyak.

Produksi ini juga harus mempertimbangkan konversi ransum. Konversi ransum harus sesuai agar tidak merugikan pelaku usaha ternak ayam petelur.

3. Prestasi Bibit Dilapangan/Dipeternakan.

Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan dapat dilihat berdasarkan kemampuan konversi ransum, produksi telur, dan kemampuan ayam untuk bertelur.

Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur dapat dilihat pada data di bawah ini.

Strain
Tipe Ayam petelurWarna BuluProduksi Telur(Butir/tahun)
Ransum
Babcock B-300 vRinganPutih265 – 2751,82 kg/dosin telur
Dekalb Xl-LinkRinganPutih255 – 2801,8-2,0 kg/dosin telur
Hisex whiteRinganPutih287 – 3901,89 gram/dosin telur
H & W nickRinganPutih270 – 2751,7-1,9 kg/dosin telur
Hubbarb leghornRinganPutih258 – 2621,8-1,86 kg/dosin telur
Ross whiteRinganPutih275 – 2801,9 kg/dosin telur
Shaver S 288RinganPutih280 – 2851,7-1,9 kg/dosin telur
Babcock B 380MediumCokelat260 – 2751,9 kg/dosin telur
Hisex brownMediumCokelat270 – 2751,98 kg/dosin telur
Hubbarb golden cornetMediumCokelat255 – 2651,24-1,3 kg/dosin telur
Ross BrownMediumCokelat268 – 2732,0 kg/dosin telur.
Shaver star cross 579MediumCokelat263 – 2682,0-2,08 kg/dosin telur
Warren sex sal linkMediumCokelat275 – 2802,04 kg/dosin telur
Sumber data (Setyono, 2013)

Jenis Ayam Yang Cocok Untuk Usaha Ternak Ayam Petelur

ras ayam petelur
Dalam ternak ayam petelur ada dua jenis ayam ras petelur yang cocok dibudidayakan, yaitu budidaya ayam petelur ras ringan dan budidaya ayam petelur ras medium.

1. Ayam Ras Petelur Ringan

Tipe ayam ras petelur ringan biasa disebut dengan ayam ras petelur putih yang menghasilkan warna cangkang telur putih.

Badannya ramping, kurus, mungil, kecil dan mata bersinar. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini mampu menghasilkan telur lebih dari 260 telur per tahun.

Ayam galur ini cukup sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini.

Ayam jenis ini sangat sensitif terhadap cuaca panas dan suasana yang tidak kondusif (keributan). Sehingga jika kondisi lingkungannya tidak mendukung, produksinya akan menurun drastis.

2. Ayam Ras Petelur Medium

Jenis ayam petelur medium memiliki berat badan yang lebih berat dibandingkan tipe ayam ras petelur ringan, namun juga lebih ringan dibandingkan ayam pedaging (broiler). Oleh karena itu, ayam ini disebut sebagai ayam petelur medium.

Warna bulunya coklat dengan warna cangkang telur coklat. Tipe ini yang banyak dibudidayakan karena jika telah afkir, dagingnya masih laku dijual sehingga sering disebut ayam dwiguna.


Cara Ternak Ayam Petelur :

Pedoman teknis ternak ayam petelur meliputi beberapa hal, mulai dari persiapan sarana dan peralatan, penyiapan bibit, pemeliharaan, perlindungan dan penanggulangan dari hama dan penyakit, hingga panen dan pasca panen.

Berikut ini cara ternak ayam petelur yang telah terbukti dapat menghasilkan produksi yang tinggi.

1. Persiapan Kandang Ayam Petelur

 kandang ayam


contoh kandang dalam budidaya ayam petelur
Kandang ayam disesuaikan dengan kondisi ayam, kondisi lingkungan, dan tentunya umur ayam yang dibudidayakan.

A. Kandang Anak Ayam Umur 0 hari – 6 minggu.
Ukuran kandang untuk ayam pada umur 0-6 minggu adalah 1 m2 untuk 10-15 ekor anak ayam. Sebelum anak ayam dimasukkan kendang, maka kandang dan semua peralatan harus steril.

Pen-sterilant ini dilakukan dengan membersihkan dan menyemprot kendang menggunakan desinfektan. Persiapan kandang ini harus selesai dalam beberapa hari sebelum anak ayam dimasukkan kandang.

Setelah kandang steril, maka anda perlu memastikan kondisi kandang ayam senyaman mungkin. Alas kandangnya bisa terbuat dari sekam padi setebal 10–15 cm. Ini berguna untuk memfilter udara dingin dan perlindungan saat cuaca ekstream atau saat malam hari.

Sebagai penghangat, beri lampu 60 Watt atau disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Sebagai indikator suhu yang sesuai, dapat diperhatikan perilaku anak ayamnya.

Apabila lampu tidak cukup memberikan panas, maka anak ayam akan mendekati sumber panas. Namun sebaliknya apabila suhu terlalu panas, anak ayam akan menjauhi sumber panas, sedangkan apabila lampu cukup memberikan panas, maka anak ayam akan tersebar merata di dalam kandang.

Suhu kandang yang sesuai untuk anak ayam berkisar antara 30ºC-32ºC. Suhu ini harus stabil, agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan/stress pada anak ayam.

Selain suhu, Ventilasi kandang merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya suhu di dalam kandang. Ventilasi ini harus dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca atau suhu lingkungan, oleh karena itu ventilasi harus memiliki penutupnya, agar dapat dibuka tutup dan disesuaikan.

Selain kenyamanan, keamanan pada ternak ayam petelur juga harus sangat diperhatikan. Kandang harus aman dari gangguan kucing, tikus, atau binatang pemangsa lainnya. Begitu juga dengan atap dan dinding yang tidak boleh bolong/bocor.

B. Kandang Layer (masa bertelur)
Kandang untuk ayam yang telah dewasa harus berbeda dengan kandang ayam untuk anak ayam. Ada beberapa pembeda dari keduanya, seperti temperature kandang, luasan kandang, konstruksi kandang, hingga peralatan kandang yang ada didalamnya.

Temperatur kandang yang sesuai untuk ayam ras petelur dewasa adalah 32,2oC-35oC, dengan kelembaban berkisar antara 60-70%. Penerangan atau pemanasan kandang disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Usahakan kondisi kandang mendapat cukup sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin, serta sirkulasi udara baik, jangan membuat kandang pada permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan tidak sesuai dengan aliran air jika mendapat guyuran hujan.

Begitu juga dengan konstruksi kandang pada ternak ayam petelur yang harus kuat, bersih dan tahan lama.

Selanjutnya dalam ternak ayam petelur yang perlu diperhadikan adalah perlengkapan kandang yang harus disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan ayam petelur, tempat minum, tempat air, tempat obat-obatan,dan alat penerangan.

C. Peralatan Kandang Ayam Petelur
Dalam ternak ayam petelur, peralatan kandang harus sangat diperhatikan. Ini penting untuk menjaga kenyamanan ayam agar tidak stress dan dapat berproduksi dengan baik.

Peralatan kandang pada ternak ayam petelur diantaranya adalah:

(a). Litter (alas lantai).
Litter/alas lantai harus kering. Ini bertujuan untuk mencegah kelembaban pada litter agar tidak mudah ditumbuhi jamur atau bakteri penyebab penyakit.

Tebal litter berkisar antara 10-15 cm. Bahan pembuatan litter terbuat dari campuran kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya. Jika tidak ada sekam padi, maka bisa diganti dengan hasil serutan kayu berukuran 3-5 cm.

(b). Tempat bertelur.
Tempat telur disediakan untuk mempermudah proses pengambilan telur dan agar kulit telur tidak kotor. Tempat bertelur ini dapat berupa kotak berukuran 30 x 35 x 45 cm, untuk 4-5 ekor ayam.

(c). Tempat pakan ayam petelur, minum dan tempat grit.
Tempat pakan ayam petelur, minum dan tempat grit disesuaikan dengan umur ayamnya.
  • Pada anak ayam ditingkat awal memerlukan 2,5 cm ruang pakan. Sediakan tempat pakan sebanyak 2 buah dengan panjang 1,5 meter. Atau 6 buah dengan panjang 45 cm/100 ekor anak ayam selama 3 minggu pertama.
  • Setelah itu, sediakan tiga atau empat buah tempat pakan yang panjangnya 1,5 m untuk tiap 100 ekor ayam.

Material tempat pakan ayam petelur dapat terbuat dari papan, bambu, atau pipa peralon. Tempat air harus selalu berisi air bersih, segar, dan dingin.

Tempat pakan ayam petelur harus tetap terjaga kebersihannya dengan cara dicuci setiap hari menggunakan sabun. Selain kebersihan, volume air yang terdapat dalam wadahnya juga harus diperhatikan.

Usahakan ketinggian air selalu berada di pertengahan kedalaman atau sesuai dengan tingginya punggung ayam.

D. Suhu Kandang
Dalam budidaya ayam petelur, suhu kandang untuk masing-masing tahapan umur harus disesuaikan. Suhu kandang bagi anak ayam disarankan berkisar antara 30ºC-32ºC.

Suhu kandang harus sangat diperhatikan, karena berpengaruh pada pertumbuhan ayam. Anak ayam yang kepanasan/kedingin pertumbuhan awalnya akan lamban dan tidak akan berkembang menjadi petelur yang menguntungkan.

Oleh karena itu, suhu kandang harus selalu diperiksa dan dipastikan bahwa mereka tidak memperoleh suhu yang terlampau dingin atau terlampau panas.

2. Pemeliharan

 pakan ayam petelur


pemeliharaan yang baik merupakan faktor penting dalam budidaya ayam petelur
A. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Menjaga kebersihan lingkungan kandang dan areal peternakan (sanitasi) merupakan usaha pencegahan (preventif) yang paling utama dan efektif. Usaha preventif ini hanya membutuhkan keuletan dan keterampilan pengelolanya.

Tindakan preventif dapat dilakukan dengan memberikan vaksin, dan perawatan ternak.

B. Pemberian Pakan Ayam Petelur
Pemberian pakan ayam petelur terdiri atas 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu). Kualitas dan kuantitas pakan ayam petelur fase starter adalah sebagai berikut:

Fase Starter :
Kualitas/kandungan zat gizi pakan ayam petelur terdiri dari protein 22- 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu:
  • minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor;
  • minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.

Jadi jumlah pakan ayam petelur yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

Fase Finisher :
Kualitas dan kuantitas pakan ayam petelur fase finisher berbeda dengan fase starter. Kualitas atau kandungan zat gizi pakan pada fase finisher terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.

Kwantitas pakan ayam petelur terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:
  • minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.

Jadi total jumlah pakan ayam petelur per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

C. Pemberian Minum
Pemberian minum pada ternak ayam petelur harus disesuaikan dangan umur ayam. Pemberian minum dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:

Fase starter (umur 1-29 hari)
Dalam fase starter ternak ayam petelur, kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu:
  • Minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan
  • Minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/100 ekor.

Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor.

Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

Fase finisher (umur 30-57 hari)
Fase Finisher dikelompokan dalam masing-masing minggu, yaitu:
  • Minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan
  • Minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/100 ekor.

Jadi total air minum pada minggu ke-5 hingga ke-8 sebanyak 333,4 liter/100 ekor.

3. Pemberian Vaksinasi dan Obat-obatan.

Pelaku ternak ayam petelur juga harus memperhatikan vaksinasi dan obat-obatan. Pemberian vaksinasi dan obat vaksinasi dibutuhkan untuk mencegah dan upaya pengendalian penyakit yang berasal dari virus.

Vaksinasi bekerja dengan menciptakan kekebalan tubuh pada ternak ayam petelur.

Pemberian vaksinasi secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur dapat dicegah dan diobati dengan suplemen organik cair.

Vaksin Dibagi Menjadi 2 Macam, Yaitu:

  • Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif.
  • Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit.

Pemberian Obat-obatan Untuk Budidaya Ayam Petelur

 pakan ayam petelur


Pilihan terbaik untuk panen melimpah. Suplemen Organik Cair GDM spesialis Ternak budidaya ayam petelur

Obat-obatan kimia tidak dianjurkan untuk diberikan dalam jumlah besar dan jangka waktu lama. Oleh karena itu, lebih baik Anda mulai untuk berpindah ke Suplemen Organik Cair GDM spesialis ternak.

Penyakit yang disebabkan oleh pathogen dapat diobati dengan pemberian antibiotik dan vitamin.

Hanya dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM spesialis ternak, anda telah mendapatkan manfaat dari antibiotic sekaligus vitamin yang dibutuhkan oleh ternak ayam petelur. Hal ini dikarenakan Bakteri dalam Suplemen Organik Cair GDM menghasilkan antibiotic dan multivitamin yang dapat mencegah serangan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri dan jamur.

Oleh karena itu, penggunaan Suplemen Organik Cair GDM dapat secara simultan sangat berguna untuk mencegah dan menanggulangi penyakit.

Penggunaan Suplemen Organik Cair GDM dapat menghemat anggaran pembelian antibiotic dan vitamin. Manfaat lain dari penggunaan Suplemen Organik Cair GDM secara rutin pada pelaku ternak ayam petelur yaitu dapat meningkatkan produksi telur dan memperpanjang usia produktif ayam petelur.

Hasil telur yang menggunakan SOC GDM cangkang/kulit telurnya lebih tebal sehingga sangat aman jika telur-telur tersebut dikirim dengan jarak jauh.

Penyakit keriput pada ternak ayam petelur dapat teratasi hanya dengan menggunakan suplemen organik cair spesialis ternak.

Dosis Penggunaan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak

Dosis pengaplikasian Suplemen Organik Cair GDM pada ternak ayam petelur adalah 0,3 ml per ekor. Jika dikalkulasikan, maka anda hanya perlu menghitung berdasarkan berapa banyak ternak ayam petelur yang Anda miliki.

Dosis tersebut dapat dicampurkan dengan pemberian air minum/pakan ayam petelur setiap harinya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa menggunakan Suplemen Organik Cair GDM setiap hari.

Dulur-dulur tidak perlu khawatir, penggunaan Suplemen Organik Cair GDM setiap hari tidak akan menimbulkan dampak negative pada usaha ternak ayam petelur, karena produk ini adalah 100% organik.

Panen dan Pasca Panen

 telur ayam


photo telur ayam dalam ternak ayam petelur
Dalam usaha ternak ayam petelur, pemanenan utamanya adalah telur. Namun, jika anda memilih budidaya ayam petelur jenis Medium, maka Anda akan mendapatkan hasil tambahan berupa daging dari ayam yang telah tua (afkhir).

Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus ataupun keretakan akibat terdesak ayamnya dapat terhindar/terkurangi.

Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 09.00-10.00, pengambilan kedua pukul 13.00-14.00, dan pengambilan ketiga (terakhir) sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00. Pengumpulan telur dilakukan dengan mengambil telur dikandang, kemudian letakkan di atas egg tray (nampan telur).

Setelah semua telur terkumpul, maka petugas sortir akan mensortir telur berdasarkan kondisi telur. Telur harus dipisahkan antara telur yang normal dan abnormal atau retak.

Telur yang normal berbentuk oval, bersih dan kulitnya mulus. Beratnya sekitar 57,6 gram dengan volume sebesar sekitar 63 cc. (Pramudyati S dan Prabowo A, 2009).

Demikian panduan ternak ayam petelur yang dapat dilakukan untuk menunjang keberhasilan dan pendapatan peternak.

Jika Anda memliki berbagai permasalahan mengenai ternak ayam petelur,

Peluang Usaha Ternak Ayam Broiler

ternak ayam broiler

Ternak Ayam broiler / pedaging di Indonesia semakin terbuka dengan berbagai kemudahan, inovasi teknologi dan peningkatan ketrampilan peternak di pedesaan. Menurut Wirama Yuda (1996), ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar peluang usaha ternak ayam pedaging/broiler ini dapat sukses dan berkesinambungan.

Cara usaha Ternak ayam broiler / pedaging :


1. Persiapkan Kandang Ayam

Sebelum memulai usaha ayam ternak broiler, kita harus mempersiapkan / mempunyai kandang ayam yang telah memenuhi syarat-syarat teknis dan kesehatan ayam.
syarat-syarat teknis kandang ayam antara lain :
  • Tidak bocor waktu hujan.
  • Ventilasi cukup.
  • Sinar matahari tidak dapat masuk secara langsung ke dalam kandang.
  • Antar kandang harus diberi jarak minimal selebar satu kandang.
  • Saluran-saluran pembuangan air di sekitar kandang harus lancar.
  • Lantai kandang harus miring ke satu atau dua arah untuk mempercepat proses pembersihan dan mencegah menggenangnya air di dalam kandang.
  • Bahan-bahan kandang dan konstruksi tidak harus mahal tetapi harus kuat serta tahan lama, sehingga tidak cepat rusak ataupun membahayakan pekerja.
Kandang ayam ini sayang penting dalam usaha ternak ayam, dengan adanya kandang yang telah memenuhi syarat-syarat teknis maka ayam akan tumbuh dengan sehat.

2. Peralatan Kandang Ayam

Dalam usaha ternak ayam, peralatan kandang sangat penting dalam mempengaruhi kesuksesan ternak ayam. Ada beberapa peralatan kandang ayam yang harus dipenuhi oleh peternak ayam di Indonesia.
Berikut adalah peralatan kandang yang harus tersedia dalam jumlah yang cukup :
  • Tempat pakan (feeder)
  • Tempat minuman (drinker)
  • Pemanas.
  • Seng pelindung anak ayam (chick guard)
  • Layar/tirai penutup kandang.
  • Alat semprot desinfektan (sprayer)

Peralatan kandang diatas harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Karena jika peralatan tersebut kurang dari kebutuhan berdasarkan jumlah ayam yang dipelihara, maka dapat menimbulkan berbagai problem, antara lain :
  • Berat badan standar akan sulit tercapai.
  • Jumlah ayam yang kerdil akan tinggi.
  • Penyakit yang timbul akan menjadi problem tersendiri yang lebih sering dan sulit untuk diatasi.
  • Angka kematian tinggi dan kualitas ayam secara keseluruhan akan jelek.

3. Anak ayam DOC

Anak ayam umur sehari (DOC) yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Bulu kering dan bersih
  • Berat tidak dibawah standar (minimal ± 39 gr/ekor)
  • Lincah
  • Tidak mempunyai cacat tubuh
  • Dan tidak ada kotoran berwarna putih yang melekat pada dubur.

4. Pakan Ayam

Pakan ayam yang baik harus tersedia dalam jumlah yang cukup serta harus memenuhi semua kebutuhan ayam untuk pertumbuhan dan produksi Zat-zat seperti :
  • Protein
  • Lemak
  • Abu
  • Serat kasar
  • Energi
  • Vitamin
  • dan asam-asam amino

Standar kebutuhan zat-zat makanan pada masing-masing periode pemeliharaan harus dapat dipenuhi oleh pakan tersebut. Kualitas pakan yang baik tidak boleh menyebabkan diare, sebab diare dapat menyebabkan litter menjadi basah sehingga konsentrasi amoniak di dalam kandang meningkat.

Jika konsentrasi amoniak meningkat maka dapat menimbulkan penyakit dan problem berat badan.

5. Pertahankan kondisi ayam agar tetap sehat

Untuk mempertahankan kondisi ayam agar tetap sehat dan mengobati ayam jika terserang penyakit maka memerlukan antibiotika, vaksin dan vitamin. Diagnosa penyakit sangat menentukan efektifitas pengobatannya.

Pemilihan dan pemakaian obat-obatan yang sesuai, sangat menentukan efektifitas dan keberhasilan pengobatan. Peternak ayam harus faham bahwa obat-obatan ini hanya sebagai faktor pendukung, bukan faktor utama yang menyebabkan ayam menjadi sehat.

Sanitasi dan tatalaksana pemeliharaan yang baik merupakan faktor utama keberhasilan peternakan ayam broiler. Obat-obatan yang bagus dan mahal akan kurang bermanfaat bila tidak ditunjang dengan sanitasi dan manajemen pemeliharan yang baik dan bahkan dapat memperparah kerugian.

6. Manajemen pemeliharaan

Bila manajemen atau tatalaksana pemeliharaan dijalankan dengan baik dan benar maka faktor-faktor di atas dapat berfungsi dengan baik pula. Efisiensi faktor-faktor produksi dapat ditingkatkan dengan manajemen pemeliharaan yang baik, sehingga dapat memperkecil pengeluaran, yang pada akhirnya dapat memperbesar keuntungan yang diperoleh peternak.

Efisiensi faktor-faktor produksi terutama efisiensi pakan dapat diperoleh dengan penggunaan Suplemen Organik Cair GDM spesialis ternak secara rutin sejak awal pertumbuhan.  SOC GDM juga mampu meningkatkan immunitas sehingga dapat mencegah penyakit pada ternak ayam dan mengurangi angka kematian secara signifikan.

7. Pemasaran ayam broiler

Tahap pemasaran merupakan  tahap akhir dari usaha pemeliharaan ayam broiler, sehingga tahap pemasaran ini tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan suatu usaha. Kerja keras dan baik dari awal akan sia-sia apabila penanganan pemasaran broilernya dilakukan kurang rapi dan terencana karena dapat mengurangi keuntungan peternak.

Harga jual ayam broiler tentu mengikuti harga pasaran yang berlaku. Pemasaran yang baik adalah yang tepat waktu dan sesingkat-singkatnya sehingga didapat harga jual yang relatif tinggi. Jika terlambat satu – dua hari akan memperbesar biaya produksi terutama biaya pakan.

Proses pengangkutan ayam dari kandang harus dilakukan dengan cepat agar tidak menimbulkan stres pada ayam sehingga pada akhirnya akan meningkatkan angka kematian, yang tentu saja akan merugikan peternak.

Itulah 7 cara ternak ayam broiler,

Panduan Lengkap Cara Ternak Kambing Modern Yang Terbukti Menguntungkan

cara ternak kambing

Cara Ternak Kambing – Usaha peternakan kambing saat ini masih banyak yang bersifat usaha sampingan dan dilakukan secara tradisional. Hal ini sangat disayangkan, mengingat peluang usaha ternak kambing masih terbuka lebar dan sangat menguntungkan.

Cara ternak kambing modern merupakan jawaban dari tingginya permintaan daging kambing dipasaran. Selain itu, beternak kambing secara modern memiliki banyak keunggulan, diantaranya yaitu efisiensi biaya, waktu, tenaga kerja, pakan dan manajemen pengelolaan.

Ternak kambing modern ini dapat diterapkan dalam berbagai skala usaha, mulai dari skala usaha kecil menengah, hingga besar.

Usaha ternak kambing saat ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Hal ini dikarenakan ternak kambing modern memiliki perbedaan pakan dan pengelolaan jika dibandingkan dengan ternak kambing tradisional. Sehingga tidak membutuhkan persyaratan ataupun kriteria tertentu selayaknya ternak kambing tradisional.

Melalui penerapan teknologi dan inovasi terkini, cara ternak kambing modern dinyatakan lebih int

Manajemen Kandang Kambing


kandang kambing
Kandang kambing adalah salah satu kebutuhan utama pada usaha peternakan kambing.

Kandang kambing berfungsi sebagai tempat istirahat, pelindungi dari hewan pemangsa terutama anjing, sebagai tempat makan dan minum, sebagai tempat untuk kawin dan beranak, tempat penampungan kotoran dan kencing, dan untuk mempermudah pengelolaan ternak kambing.
Ada 3 hal yang perlu Anda lakukan dalam manajemen kandang kambing:

1. Syarat Kandang Kambing

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi kandang kambing. diantaranya adalah :
  • Tempat yang cukup tinggi dan terhindar dari genangan air.
  • Jaraknya cukup jauh dari rumah atau sumur.
  • Mendapatkan cukup sinar matahari pagi.
  • Terlindung dari tiupan angin langsung (terutama pada malam hari).

2. Ukuran Kandang Kambing

Ukuran kandang kambing yang dibutuhkan untuk usaha ternak kambing modern sangat efisien, karena tidak perlu terlalu besar. Sehingga dapat menghemat ruang dan biaya pembuatan kandang.
kandang kambing
Ukuran kandang kambing adalah 3 X 1,5 meter untuk 10 ekor kambing seperti pada contoh gambar di atas.

Kandang pada peternakan kambing modern tidak membutuhkan ukuran yang besar, hal ini dikarenakan pakan yang diberikan sangat menghemat ruang. Selain ukurannya yang berbeda, pemeliharan kebersihan kandang kambing juga dirasa lebih mudah. Kebersihan kandang kambing dirasa lebih mudah karena didukung oleh bentuk kandang yang kecil dengan lantai panggung.

Ukuran kandang kambing yang relatif kecil dengan populasi maksimal akan mengurangi ruang gerak atau aktivitas pada ternak kambing.

Hal itu bermanfaat pada transformasi pakan menjadi cadangan energi berupa daging, lemak, dan sedikit yang menjadi kotoran. Sehingga tidak banyak pakan yang terbuang karena aktivitas gerak, yang otomatis dapat mempercepat penggemukan pada kambing.

3. Perawatan Kandang Kambing

Perawatan kandang kambing mutlak harus dilakukan pada ternak kambing modern.

Seluruh bagian pada kandang kambing harus dibersihkan secara rutin. Seperti membersihkan lantai kandang, kokopan tempat pakan kambing serta memperbaiki sesegera mungkin jika terdapat bagian kerusakan pada kandang kambing.

Jenis kandang kambing yang direkomendasikan adalah jenis kandang panggung.

Jenis kandang panggung memiliki keunggulan:
  • Kebersihan kandang lebih terjaga, karena kotoran dan air kencing jatuh ke bawah.
  • Kandang kering, sehingga penyakit yang disebabkan oleh parasit dan jamur tidak mudah
  • Terhindar dari serangan hewan liar, seperti anjing atau yang lainnya.

Manajemen Bibit Kambing 

Pemilihan bibit kambing (cempe) yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pada usaha penggemukan ternak kambing.

Bibit kambing penggemukan yang baik adalah:
  • Berumur lebih dari 6 bulan.
  • Berekor gemuk (bukan berbentuk cambuk).
  • Badan panjang, jantan (lebih diutamakan).
  • Tegap dan sehat.

Anakan kambing yang berusia >6 bulan dipilih karena pada usia ini sudah memasuki periode pembentukan daging sehingga lebih cepat gemuk. Anakan kambing yang berusia kurang dari 6 bulan tidak digunakan karena masih dalam periode pembentukan tulang sehingga butuh waktu lama untuk proses penggemukan.

Manajemen Pakan Kambing


pakan kambing
Keunikan kambing sebagai hewan ruminansia yaitu sistem pencernaan yang komplek (poligastrik). Sistem pencernaan ini mampu mengubah bahan pakan berserat tinggi (rumput, jerami, dll.) sebagai sumber utama energi dan mengubah senyawa nitrogen yang bukan protein (NBP). Contohnya pengubahan urea menjadi protein bernilai bilogis tinggi untuk kebutuhan produksinya.

Pakan kambing yang diberikan pada ternak kambing modern, khususnya penggemukan dapat berupa hijauan, konsentrat ataupun pakan fermentasi. Fermentasi pakan kambing ini berguna sebagai pengganti makanan ternak (PMT).

Kombinasi pakan kambing yang baik yaitu kombinasi antara fermentasi pakan kambing dan konsentrat.

Fermentasi pakan kambing dan konstrat dapat memenuhi kebutuhan protein dan serat kasar yang sangat dibutuhkan dalam proses penggemukan kambing. Fermentasi juga sangat berguna untuk menyeimbangkan pengeluaran yang tinggi dari pakan konsentrat (Efisiensi). Hal ini dikarenakan pakan fermentasi adalah pakan yang bisa didapatkan dengan harga murah.

Penggunaan pakan secara efisien diukur berdasarkan rasio antara jumlah pakan yang dikonsumsi kambing dengan output yang dihasilkan.

Cara untuk mengefisiensi penggunaan pakan kambing dapat dicapai dengan pengelolaan pakan yang tepat. Antara lain pengelolaan alokasi jumlah pakan optimal, formulasi konsentrat yang efisien, pemilihan bahan baku yang seimbang secara nutrisi dan layak secara ekonomis serta penentuan waktu dan frekuensi pemberian pakan yang strategis.

Kontribusi penggunaan pakan kambing secara efisien sangat besar terhadap efisiensi ekonomik usaha produksi secara keseluruhan.

Teknik Pembuatan Fermentasi Pakan Kambing

fermentasi pakan kambing
Fermentasi pakan kambing bisa didapatkan dari limbah pertanian dan limbah organik di sekitar kita.

Sisa limbah pertanian atau industri pengolahan pertanian yang dapat difermentasi dan digunakan sebagai pakan dasar pada kambing yaitu kulit kopi, kulit kakao, kulit markisa, kulit nenas, jerami, dan masih banyak lagi.

Berikut cara membuat, alat dan bahan yang digunakan untuk fermentasi pakan kambing dengan bahan dasar jerami padi.

Bahan Fermentasi Pakan Kambing:

  • 100 kg jerami padi
  • 0,5 Kg Molases
  • 1 liter Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak
  • Air secukupnya

Alat Fermentasi Pakan Kambing:

  • Pisau/alat pencacah jerami
  • Drum/wadah tertutup
  • Bak/wadah terbuka

Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing:

  1. Cuci jerami dengan air mengalir. Ini berguna untuk menghilangkan kotoran yang dapat mengganggu proses fermentasi pakan.
  2. Kering anginkan jerami hingga dirasa kadar airnya sedikit berkurang dan terhindar dari kotoran-kotoran yang dapat mengganggu proses fermentasi.
  3. Cacah kasar jerami padi berukuran sekitar 8-10 cm. Jangan cacah jerami terlalu kecil, karena ukuran yang terlalu kecil dapat menurunkan nafsu makan kambing.
  4. Masukkan jerami kedalam bak/wadah terbuka yang cukup besar.
  5. Tambahkan Molases, 1 liter Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak, dan air secukupnya.
  6. Aduk aduk hingga dirasa jerami dan bahan tambahan telah tercampur merata.
  7. Masukkan kedalam wadah tertutup, kemudian simpan dan diamkan selama satu minggu.
  8. Setelah satu minggu, pakan fermentasi sudah dapat digunakan.

Pada proses fermentasi pakan kambing, peran bakteri sangatlah penting. Tanpa adanya bakteri yang berfungsi untuk membantu proses fermentasi, maka fermentasi tidak akan berhasil.

Penggunaan suplemen organik cair yang mengandung 5 jenis bakteri baik sangat berguna untuk membantu proses fermentasi pakan kambing.

Jenis bakteri yang terkandung dalam Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak adalah Bacillus brevis, Bacillus pumillus, Bacillus mycoides, Pseudomonas alcaligenes, dan Micrococcus roseus. Kelima bakteri ini sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan fermentasi dari berbagai bahan organik, seperti jerami, kulit singkong biji kakao, dan lainnya.

Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak mendapatkan sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), International Accreditation Forum (IAF) dan Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS).

Manajemen Pemeliharaan Kambing

pemeliharaan kambing
Cara ternak kambing modern harus dengan manajemen pemeliharaan kambing yang baik. Manajemen pemeliharaan terdiri atas pemberian pakan, perawatan ternak, dan menjaga kesehatan ternak.

1. Pemberian Pakan

Frekuensi pemberian pakan bergantung pada jenis pakan yang diberikan. Hal yang terpenting adalah kebutuhan pakan terpenuhi dan diberikan secara rutin dengan mempertimbangkan kandungan nutrisi dari pakannya.

2. Perawatan Ternak Kambing

Perawatan ternak sangat dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan upaya penggemukan ternak kambing modern. Hal ini sedikit berbeda dengan ternak tradisonal yang perawatan ternaknya tidak begitu diperhatikan.

Perawatan ternak bisa berupa pencukuran bulu, pemotongan kuku, dan perawatan lainnya.

3. Memandikan Ternak Kambing

Memandikan ternak kambing sekurang-kurangnya 2 kali dalam setahun. Ternak yang kotor karena tidak pernah dimandikan lebih mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Tujuan dari memandikan ternak atau memotong kukunya adalah agar penyakit yang berasal dari parasit dan jamur yang bersarang pada kuku atau bulunya dapat dicegah/diberantas. Selain itu, ternak yang nampak bersih akan terlihat lebih sehat dan menarik, sehingga memiliki harga jual yang lebih tinggi.

4. Penambahan Suplemen Ternak Kambing

Cara ternak kambing yang paling penting dan harus diperhatikan yaitu penambahan suplemen organik cair.

Suplemen untuk ternak kambing harus aman dan tidak menimbulkan efek samping dalam jangka panjang. Fungsi dari suplemen ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan agar tidak mudah terserang penyakit akibat bakteri, virus, atau jamur yang merugikan. Dengan begitu, maka kematian ternak juga dapat diminimalisir.

Selain itu, suplemen juga berfungsi sebagai perangsang dalam mempercepat pertumbuhan ternak, sehingga usaha penggemukan ternak bisa lebih menguntungkan.

Suplemen yang memenuhi kriteria tersebut adalah Suplemen Organik Cair GDM.

Suplemen Organik Cair GDM mengandung:
  • Benefical Mocroorganism (bakteri menguntungkan), sehingga mencegah penyakit akibat bakteri, jamur, atau virus masuk kedalam tubuh ternak.
  • Bakteri yang terkandung dalam SOC GDM berfungsi sebagai pendukung untuk memfermentasi pakan.
  • Mengandung unsur nabati dan hewani yang sangat dibutuhkan oleh ternak
  • Dapat menciptakan antibodi/kekebalan tubuh, sehingga ternak tidak mudah terserang penyakit
  • Memperbaiki metabolisme, sehingga pertumbuhan ternak menjadi optimal dan besar.
  • Kotoran ternak menjadi tidak bau, karena proses pencernaan ternak dibantu oleh Benefical Mocroorganism.
  • Ramah lingkungan, karena 100% organik.
  • Aman digunakan dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang.
  • Meningkatkan kemampuan ternak dalam mencerna pakan
  • Meningkatkan nafsu makan ternak dan menjaga keseimbangan mikroflora dalam pencernaan ternak.

Begitu banyaknya manfaat dari Suplemen Organik Cair GDM ini, tentu Anda sebagai peternak kambing sangat perlu menambahkan kedalam list dalam perawatan ternak kambing modern.

Itulah panduan lengkap cara ternak kambing modern versi gdm, cara ini sudah terbukit menguntungkan para pelaku peternakan kambing di Indonesia.

Rahasia Meningkatkan Produksi Ternak Bebek Petelur

ternak bebek petelur
Saat ini kebutuhan akan protein khususnya hewani sangat tinggi, sebagai konsekuensi dari semakin meningkatnya derajat kesehatan dan tuntutan hidup di era modern ini.

Disisi lain, daging sebagai salah satu sumber protein hewani kurang dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, solusinya adalah digantikan oleh telur.

Protein merupakan bahan utama untuk pembentukan enzim, plasma darah, sel darah, zat kekebalan tubuh, dll. Telur adalah sumber protein penting karena mengandung 8 asam amino esensial dan mempunyai daya cerna yang tinggi.

Telur, terutama telur bebek mengandung protein dan gizi yang cukup tinggi.

Berikut perbandingan kandungan gizi antara telur puyuh, telur ayam dan telur bebek :


Kandungan gizi per 100 gram telur puyuh, telur ayam, dan telur bebek
Zat giziTelur puyuhTelur ayamTelur bebek
Energi (kkal) 158 143 185
Protein (g) 13,05 12,58 12,81
Total lemak (g) 11,09 9,94 13,77
Karbohidrat (g) 0,41 0,77 1,45
Kalsium/Ca (mg) 64 53 64
Besi/Fe (mg) 3,65 1,83 3,85
Magnesium/Mg (mg) 13 12 17
Fosfor/P (mg) 226 191 220
Kalium/K (mg) 132 134 222
Natrium/Na (mg) 141 140 146
Seng/Zn (mg) 1,47 1,11 1,41
Tembaga/Cu (mg) 0,062 0,102 0,062
Mangan/Mn (mg) 0,038 0,038 0,038
Selenium/Se (mkg) 32,0 31,7 36,4
Thiamin (mg) 0,069 0,069 0,156
Riboflavin (mg) 0,478 0,478 0,404
Niasin (mg) 0,070 0,070 0,200
Asam Panthothenat (mg) 1,438 1,438 1,862
Vitamin B6 (mg) 0,143 0,143 0,250
Kolin (mg) 263,4 251,1 263,4
Vitamin B12 (mkg) 1,58 1,29 5,40
Vitamin A (IU) 543 487 674
Vitamin E (mg) 1,08 0,97 1,34
Vitamin K (mkg) 0,3 0,3 0,4
Kolesterol (mg) 844 423 884
Lutein+zeaksantin (mkg) 369 331 459
Sumber: USDA (2007)

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa telur bebek mengandung energi, karbohidrat dan vitamin tertinggi dibandingkan telur puyuh dan telur ayam. Ini membuktikan bahwa telur bebek sangat baik untuk dikonsumsi sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Tingginya permintaan terhadap telur bebek ini menandakan masih besarnya peluang usaha untuk beternak bebek.

Saat ini, beternak bebek dengan teknik modern yang lebih efisien tenaga, biaya, dan waktu adalah yang paling diminati. Beternak bebek dengan teknik GDM adalah jawaban dari peternakan tradisional yang kurang efisien.

Beternak Bebek Petelur Dengan Metode GDM


Beternak bebek petelur dengan metode GDM terbukti dapat meningkatkan jumlah produksi, memperpanjang masa produksi, mengurangi aroma bau pada kotoran ternak, mengefisiensikan usaha, dan masih banyak lagi kelebihan metode GDM.

Berikut teknik GDM yang dapat dengan mudah anda terapkan pada ternak bebek petelur.

Manajemen Image dan Operasional


Usaha peternakan masih dipandang sebelah mata karena adanya beberapa stigma negatif yang berkembang di masyarakat seperti  :
  • Hanya sebagai usaha sampingan
  • Bau menyengat
  • Ribet
  • Keuntungannya kecil

Stigma negatif tersebut akan hilang seiring dengan berkembangnya cara berfikir dan
Bertindak. Jika mengikuti Tips Sukses Beternak Bebek Petelur ala GDM yang membuat usaha peternakan bebek petelur layak untuk menjadi mata pencaharian utama yang sangat menguntungkan, tidak berbau dan tanpa ribet.

Manajemen Kandang


Pada peternakan tradisional umumnya bebek petelur digembalakan dengan kandang yang berpindah-pindah. Hal ini dirasa kurang efektif dan tidak efisien karena membutuhkan banyak tenaga, waktu, dan tempat. Oleh karena itu, metode peternakan modern dengan teknik GDM dirasa menjadi jawabannya.

Metode yang dikembangkan dengan teknik GDM adalah dengan membuatkan kandang bebek petlur sistem kareing yang permanen dan tidak merubah kebiasaan alami bebek petelur.

Selain kandang, perlu juga dibuatkan kolam dangkal di area kandang untuk mandi, mendinginkan suhu tubuh  bebek atau aktifitas lainnya.

Kandang bebek petlur dengan sistem kering/ranch adalah kandang yang paling umum digunakan saat ini karena merupakan modifikasi kandang postal yang dilengkapi tempat umbaran dan kolam di dalamnya.

kandang bebek petelur

Konstruksi kandang tidak harus mahal yang penting memenuhi syarat ideal bagi tumbuh kembang  bebek petelur.

Atap genteng adalah yang terbaik, tetapi dapat juga digunakan atap lainnya. Ukuran kandang menyesuaikan jumlah bebek yang akan di pelihara dengan kepadatan ideal 4 ekor itik dewasa/M² atau dalam satu petak kandang maksimal 50 ekor itik dewasa produktif.

Manajemen Pakan Bebek Petelur


Pakan itik petelur biasanya berupa konsentrat atau pakan pabrikan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhannya.

Fase Starter umur 0 – 8 minggu, fase grower umur 9 – 20 minggu dan fase layer umur >20  minggu.

Pemberian pakan dilakukan secara rutin pagi dan sore hari yang terbagi menjadi 4 kelompok cara pemberian berdasarkan umur itik sebagai berikut :

  • Umur 0 – 16 hari diberikan pada tray feeder (tempat datar)
  • Umur 16 – 21 hari diberikan pada tray feeder dan disebar di lantai untuk proses
adaptasi.
  • Umur 21 hari – 18 minggu disebar di lantai
  • Umur 18 – 72 minggu, untuk 7 hari pertama dilakukan dengan pakan peralihan sampai produksi telur 5%, kemudian diteruskan dengan pakan layer secara terus menerus.
Karena harga pakan pabrikan cukup mahal, maka dapat dikombinasikan dengan pakan fermentasi hasil buatan sendiri.  Bahan-bahan pembuatan pakan fermentasi banyak terdapat disekitar kita, misalnya dedak, roti afkir, nasi aking dan sebagainya.

Yang terpenting dari pembuatan pakan fermentasi ini adalah fermentatornya harus tersedia di pasaran, terjangkau dan mengandung mineral lengkap serta bakteri-bakteri pengurai yang baik.

Fermentator yang paling sesuai untuk membuat pakan fermentasi bebek petelur sekaligus sebagai suplemen dan multivitamin adalah Suplemen organik cair GDM.

Suplemen Organik Cair GDM


Gunakan Suplemen organik cair GDM  sebagai produk yang multifungsi dan sangat dibutuhkan dalam kegiatan beternak bebek petelur.

Suplemen organik cair GDM  terbuat dari 100% bahan organik, mengandung mineral essensial lengkap dan 5 species bakteri menguntungkan. SOC GDM mudah didapat, mudah cara aplikasi dan menguntungkan (3M).  Selain itu, Suplemen organik cair GDM juga tidak hanya bisa digunakan pada jenis jenis bebek petelur tertentu saja. Melainkan dapat digunakan pada berbagai jenis bebek petelur, bahkan ternak unggas lainnya.

Selain sebagai suplemen, Suplemen organik cair GDM juga berfungsi sebagai fermentator.

Keunggulan SOC GDM adalah :
  • Mengandung mineral N, P, K, Mg, Na, Cl, Ca, Mn, Cu, Zn.
  • Mengandung Protein dan asam lemak.
  • Mengandung Multivitamin
  • Bakteri GDM mampu memberikan kekebalan/immunitas pada bebek dari berbagai penyakit karena berfungsi sebagai penghasil antibiotik alami.
  • Memperbaiki pencernaan itik, meningkatkan kecernaan pakan (fermentasi) sehingga produksinya (kualitas dan kuantitas) meningkat dan memperpanjang usia produktif.

Memperbaiki sistem pencernaan dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi, sehingga Dapat mengurangi bau pada kotoran dan kandang.

Panduan Lengkap Cara Ternak Puyuh Petelur Dengan SOC GDM

ternak puyuh petelur
Cara ternak puyuh petelur – Burung Puyuh atau dalam bahasa Jawa disebut Gemak merupakan burung liar yang awalnya diternakkan di Amerika Serikat pada tahun 1870, lalu berkembang ke berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, sentra peternakan burung puyuh banyak ditemui di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah (Listyowati dan Kinanti,1992).

Secara taksonomi, burung puyuh masuk kedalam kelas Aves, ordo Galiformes, Famili Phasianidae dan Genus Coturnix.

Spesies yang banyak dibudidayakan adalah Coturnix coturnix japonica atau yang biasa disebut puyuh Jepang. Puyuh jenis ini lebih diminati oleh peternak puyuh karena bisa menghasilkan telur lebih banyak dibandingkan dengan jenis puyuh lainnya. Spesies ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang beternak burung puyuh untuk diambil telur dan dagingnya.

Selama 1 tahun, puyuh dapat menghasilkan 250-300 butir telur, dengan konsumsi pakan puyuh petelur harian 20 gram/ekor. Selain itu, puyuh dapat segera berproduksi hanya dalam waktu 42 hari sehingga cepat berproduksi dan memberikan keuntungan (Listiyowati dan Kinanti, 2009).

Telur puyuh mengandung protein sebesar 13,1%, lemak 11,1%, dan Vitamin A sebesar 543 µg, sehingga tidak kalah dibandingkan dengan telur ayam.

Selain telurnya, puyuh yang telah lewat masa produktif juga memiliki kandungan gizi yang cukup besar. Kandungan gizi pada daging burung puyuh terdiri dari protein sebesar 20-23,4%, lemak sebesar 1,0-3,4% dan zat mineral 1,2-1,6% (Ribarski dan Genchev, 2013).

Setelah dulur-dulur tahu sedikir mengenal sejarah burung puyuh, kini dulur-dulur bisa memulai mempraktekan panduan mengenai cara ternak puyuh petelur yang telah terbukti efektif.

Cara Ternak Puyuh Petelur

 kandang puyuh petelur


Cara ternak puyuh petelur yang baik dan benar
Ada beberapa syarat yang harus dulur-dulur penuhi dalam ternak puyuh petelur. Syarat tersebut adalah :
  • Lokasi ternak puyuh petelur
  • Kandang puyuh petelur
  • Memilih bibit puyuh petelur yang baik

Cara ternak puyuh petelur yang pertama yaitu harus melengkapi syarat-syarat yang telah kami sebutkan diatas. Jika dulur-dulur masih bingung, berikut kami berikan detailnya khususnya untuk dulur-dulur ternak.

Syarat Lokasi Ternak Puyuh Petelur

 lokasi ternak puyuh petelur


salah satu contoh foto ternak puyuh petelur
Syarat lokasi budidaya burung puyuh tidak jauh berbeda dengan beternak unggas lain.

Secara umum, syarat lokasi ternak puyuh petelur meliputi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk, lokasi budidaya strategis dan bisa dijangkau oleh moda transportasi, bebas banjir, memiliki sirkulasi udara yang baik dan bukan daerah endemik penyakit.

Syarat Kandang Puyuh Petelur

 cara ternak puyuh petelur


contoh kandang puyuh petelur
Hal yang sangat perlu diperhatikan dalam ternak puyuh petelur adalah kandang puyuh petelur.

Syarat kandang puyuh petelur antara lain: suhu berkisar 20-25C, kelembapan berkisar 30-80%, penyinaran siang hari berkisar 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt dan perlu memperhatikan arah sinar matahari agar kandang cukup cahaya matahari saat pagi hari.

Model kandang burung puyuh ada 2 macam, yaitu sistem litter yang berlantai sekam dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang disesuaikan dengan umur burung puyuh (Subekti, 2013).

Saat burung puyuh masih bibit, maka 1 m2 kandang puyuh petelur dapat diisi 90-100 ekor puyuh. Jika umur burung puyuh 10 hari sampai lepas anakan, maka 1m2 kandang puyuh petelur dapat diisi 60 ekor. Kemudian dikurangi menjadi 40 ekor/m2 sampai bertelur.

Ukuran kandang puyuh petelur yang ideal adalah 200 cm, dengan rincian lebar 75 cm, tinggi kandang 30-35 cm, tinggi kolong kandang antara 30-40 cm, pintu kandang puyuh petelur sebaiknya berukuran 17 cm x 17 cm.

Bila kandang puyuh petelur bertingkat, sebaiknya ditambahkan dropping board yang berfungsi untuk menampung kotoran burung puyuh.

Bahan baku pembuatan kandang puyuh petelur bisa menggunakan bambu, kayu dan kawat kasa (ram) sebagai dinding. Atap kandang puyuh petelur usahakan terbuat dari bahan yang mampu meredam panas misal genting, untuk lantai bisa disusun dari bata merah atau campuran pasir, semen dan kapur.

Tata letak tempat pakan dan minum sebaiknya berada diluar kandang puyuh petelur, serta menempel disamping kandang yang terbuat dari pipa PVC, bambu atau kayu.

Syarat Bibit Puyuh Petelur Yang Baik

 bibit puyuh petelur


cara ternak puyuh petelur yang baik berawal dari bibit puyuh yang baik
Bibit puyuh petelur yang baik harus disesuaikan dengan tujuan budidaya burung puyuh.

Bila ingin menghasilkan telur konsumsi sebaiknya pilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat dan bebas penyakit. Untuk menghasilkan telur yang baik, pastikan dilakukan sexing terlebih dahulu sehingga semua puyuh yang dipelihara adalah betina.

Bila ingin menghasilkan daging puyuh, sebaiknya dipilih puyuh jantan dan puyuh petelur afkir. Sedangkan bila ingin menghasilkan telur tetas untuk pembibitan sebaiknya pilih puyuh betina dan jantan yang sehat dan lincah agar telur yang menetas berkualitas.

Jadi dulur-dulur harus memperhatian tujuan dalam budidaya puyuh, jangan sampai salah memilih bibit puyuh ya dulur-dulur.

Treatment Saat Bibit Puyuh Petelur Masuk Kandang

 treatment bibit puyuh petelur


bibit puyuh petelur sebelum masuk ke kandang
Sebelum bibit puyuh petelur masuk kandang, pastikan kandang sudah dalam kondisi bersih.

Lakukan penyemprotan dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Ternak dengan dosis 250 ml/ tanki 14 liter, sebagai antisipasi adanya bakteri dan jamur pathogen di kandang puyuh petelur.

Sesaat bibit puyuh petelur tiba, sebaiknya biarkan burung puyuh tanpa pakan untuk mengurangi stres akibat perjalanan.

Cukup berikan minum yang dicampur Suplemen Organik Cair GDM Ternak dengan dosis 0,1 ml/ekor untuk mengurangi tingkat stres bibit yang baru masuk kandang. Jika bibit puyuh sudah mulai nyaman di dalam kandang, baru diberi pakan puyuh petelur.

Pakan Puyuh Petelur

 pakan puyuh petelur


Pakan puyuh petelur yang baik harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air
Pakan yang digunakan untuk puyuh petelur berbentuk tepung, pellet dan remah-remah yang disesuaikan dengan umur bibit puyuh petelur.

Frekuensi pemberian pakan puyuh petelur didasarkan pada umur bibit. Burung puyuh yang masih anakan diberi pakan 2 kali sehari, sedangkan burung puyuh remaja/dewasa diberi pakan 1 kali sehari.

Waktu yang tepat untuk pemberian pakan puyuh petelur adalah pagi, yaitu 06.00 dan sore hari pada pukul 15.00 .

Pemberian minum dilakukan secara kontinyu sesuai kebutuhan. Usahakan jangan sampai air minum kekurangan, agar burung puyuh tidak mengalami dehidrasi.

Agar hasil menjadi maksimal, maka minum burung puyuh petelur dicampur dengan Suplemen Organik Cair GDM Ternak sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penambahan suplemen organik ini berguna untuk memberikan tambahan mineral, protein, asam lemak, dan sekaligus sebagai tambahan multivitamin yang sangat dibutuhkan oleh ternak.

Hanya dengan menambahkan Suplemen Organik Cair GDM Ternak, anda tidak perlu lagi membeli obat-obatan ataupun vitamin untuk ternak puyuh petelur.

Pakan puyuh petelur yang baik harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air yang cukup sesuai dengan umur burung puyuh agar dapat menunjang perkembangan tubuhnya. Saat burung puyuh memasuki pergantian fase misalnya dari grower ke layer, sebaiknya penggantian jenis pakan puyuh petelur tidak dilakukan secara mendadak.

Bila dilakukan secara mendadak, akan sangat mempengaruhi produktifitas puyuh petelur, karena akan membuat burung puyuh menjadi stres. Cara penggantian pakan puyuh petelur dari grower ke layer dilakukan secara bertahap selama 1 minggu, presentase pakan grower dikurangi lalu presentase pakan layer ditambah pelan-pelan hingga lengkap 100%.

Hama dan Penyakit Burung Puyuh

 penyakit burung puyuh


Salah satu penyakit pada ternak puyuh petelur
Terdapat banyak jenis hama dan penyakit pada ternak puyuh petelur mulai dari radang usus (Quail Enteritis), tetelo (New Casstle Disease), berak putih (Pullorum), berak darah (Coccidiosis), cacar ungags (Fowl Pox), Quail Bronchitis, Aspergilosis dan cacingan (Prihatman, 2000).

Untuk menjaga kebersihan kandang puyuh petelur, maka sebaiknya dilakukan pembersihan secara rutin mulai dari kotoran, bulu, dan pemeriksaan kesehatan burung puyuh secara rutin. Bila dulur-dulur menemukan adanya gejala pada burung puyuh yang kurang sehat, maka segera keluarkan burung puyuh tersebut dari kandang.

Kemudian dulur-dulur bisa mengobati burung puyuh hingga keadaannya menjadi sehat. Setelah itu dulur-dulur bisa mengembalikan burung puyuh tersebut kedalam kandang.

Sebagai antisipasi serangan bakteri, virus, parasit dan jamur, dulur-dulur bisa mencegah pertumbuhannya dengan aplikasi suplemen organik cair GDM Ternak secara rutin. Dosis yang digunakan untuk penyemprotan kandang adalah 250 ml/tangki 14 liter. Ini harus dilakukan agar puyuh tidak diserang penyakit akibat bakteri dan jamur.

Nah dengan mengikuti panduan cara ternak puyuh petelur yang telah kami jelaskan secara detail diatas, dulur-dulur bisa sukses dalam beternak puyuh petelur.

manfaat tanaman ADAS

Inilah khasiat manfaat daun adas dan buahnya bagi kesehatan tubuh Kegunaan dan khasiat daun adas bagi kesehatan sangatlah banyak. Be...