Tampilkan postingan dengan label SAYUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAYUR. Tampilkan semua postingan

Sukses Pengepul Jagung Manis Talenta, 3-4 Ton per Hari


Jagung manis termasuk jenis jagung yang dikonsumsi muda atau saat kelobot hijau. Dalam kondisi ini jagung manis tidak bisa disimpan lama seperti halnya jagung pipil yang bisa dikeringkan dan disimpan lama. Jika kelobot jagung manis terlalu tua, maka rasa manis akan berkurang dan biji menjadi keriput. Salah satu jenis jagung manis yang dikenal mempunyai daya simpan baik adalah jagung manis Talenta dari Benih Pertiwi. Misalnya di pasaran Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, pedagang lebih suka menjual jagung manis Talenta. Hal ini dikarenakan kelobot jagung manis Talenta tahan segar, petani bisa menimbun selama 1-2 hari sebelum dipasarkan. Hal ini berbeda dengan jagung manis lainnya yang mempunyai kelobot hijau pucat seperti jagung tua.

Salah satu pengepul jagung manis di Dukuh Ngablak, Ds. Ngraji, Purwodadi, Grobogan, Nur Muhlisin, mengakui bahwa jagung manis Talenta mempunyai banyak keunggulan dan lebih disuka pasar. Menurutnya sebagai pedagang hanya bisa menuruti kemauan pasar, termasuk jika harga jagung manis Talenta dihargai lebih tinggi dibandingkan jagung manis lainnya.
Pedagang setempat sudah hafal betul ciri khas jagung manis Talenta, seperti warna rambut tongkol coklat pada saat menjelang panen. Berbeda dengan warna rambut tongkol jagung manis lainnya yang putih. Belum lagi tanaman Talenta yang pendek, sehingga tahan rebah dan petani bisa lebih tenang jika sewaktu-waktu ada angin kencang.

Nur Muhlisin & kemasan jagung manis Talenta siap dipasarkan (Foto: Samuel AA)
“Talenta gampang berbuah, rawatan lebih mudah, bobot memenuhi target, di petani bisa ditimbun 1-2 hari, di pasar Purwodadi, Grobogan juga cenderung ke Talenta mas.” ujar Nur Muhlisin, bapak dua anak ini.
“Klobot Talenta kuat dan pasar menghendaki chasing sempurna. Tidak mudah berubah putih, kalau putih seperti jagung layu. Warna kelobot Talenta tetap segar hijau.” jelasnya.

Pengepul jagung manis berusia 47 tahun ini sudah berbisnis jagung manis selama 11 tahun. Awal usahanya adalah ambil benih dari perusahaan yang kemudian hasil panen dari petaninya dipasarkan sendiri. Hingga saat ini omset perhari bisa mencapai 3-4 ton jagung manis untuk pasar lokal. Terkadang juga pengiriman ke luar kota seperti pasar Jakarta, saat moment tertentu seperti tahun baru.

Sebelum menanam Talenta, Nur Muhlisin menggunakan jagung manis Jambore dan kemudian sempat berganti jenis benih selain Talenta, namun ternyata kembali lagi ke Talenta karena pasar lebih memilih Talenta dibandingkan jagung manis lainnya.
Dari usaha berbinis jagung manis Talenta ini, Nur Muhlisin bisa menabung dan membeli tanah. Untuk meyakinkan petani mitra untuk menanam benih yang dibawanya, Nur Muhlisin juga mempunyai lahan khusus percobaan. Sehingga jika ada benih baru dari perusaan benih bisa dibuktikan dulu sebelum dikenalkan ke petani mitranya.

Penyebab Aplikasi Pestisida Menjadi Kurang Efektif

Tanaman Mentimun tererang virus kuning
Ibarat orang terkena kolesterol, tapi tetap mengkonsumsi jeroan meskipun sudah minum obat, apa lantas bisa sembuh? Sama halnya dengan pengendalian hama penyakit, pestisida bukanlah satu-satunya obat sebagai senjata utama dalam mengatasi masalah tanaman.
Kenyataannya saat ini petani seringkali menjadi sangat tergantung terhadap penggunaan pestisida. Jika tanaman terserang hama penyakit, asal tanaman bisa selamat, obat paling mahalpun diburu tanpa mempertimbangkan hitung-hitungan secara ekonomis.
Padahal pestisida hanyalah salah satu cara pengendalian hama penyakit, karena hal penting lainnya yang seringkali dilupakan adalah pencegahan munculnya hama penyakit. Jika terkena kolesterol hendaknya menghentikan penyebab terjadinya kolesterol yaitu stop konsumsi jeroan, baru kemudian untuk penyembuhan bisa diberikan obat-obatan.
Demikian pula, hendaknya petani juga bisa mengendalikan kondisi yang membuat hama penyakit tumbuh subur, baru kemudian pestisida sebagai langkah akhir dalam membasmi hama penyakit tersebut.
Berikut beberapa faktor yang seringkali dilupakan ketika hama penyakit merebak dan aplikasi pestisida menjadi kurang ampuh :
Kondisi tanah asam (pH rendah)
Pemupukan kimia secara berlebih tanpa diimbangi pemupukan organik bisa menyebakan tanah menjadi asam dan mengeras, hal ini menjadikan pertumbuhan tanaman kurang optimal dan rentan serangan penyakit. Padahal penyakit seperti jamur, bakteri dan virus suka dan berkembang pada lingkungan asam.
Mengembalikan kesehatan tanah sangat penting untuk menunjang kesuburan tanaman. Secara alami tanaman sehat mempunyai daya tahan terhadap penyakit lebih baik dibandingkan tanaman dengan kesuburan yang rendah. Untuk mengembalikan kesehatan tanah dapat dilakukan penambahan bahan organik dan kapur dolomit.
Pemupukan Nitrogen berlebih
Pupuk nitrogen merupakan pupuk yang cepat diserap dan cepat pula memberikan efek pada tanaman, membuat daun lebih hijau dan cepat besar. Oleh sebab itu banyak petani memberikan pupuk nitrogen dalam dosis berlebih. Harapannya adalah tanaman menjadi hijau subur, padahal justru dengan pemberian nitrogen berlebih akan menyebabkan tanaman rapuh dan rentan serangan hama penyakit.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa peningkatan dosis nitrogen dapat menyebabkan tanaman semakin rentan terhadap penyakit busuk batang, hawar pelepah, hawar daun jingga, hawar daun bakteri, dan false smut  pada padi. Oleh sebab itu, hendaknya kurangi penggunaan pupuk nitrogen jika perkembangan penyakit mulai merajalela, imbangi dengan pemupukan unsur P dan K.
Kelembaban tanaman tinggi
Kelembaban pada tanaman disebabkan oleh beberapa hal, seperti populasi tanaman terlalu padat, jarak tanam terlalu rapat atau jumlah bibit terlalu banyak per lubang tanam, hujan terus menerus dengan intensitas tinggi atau pengairan dengan penggenangan yang terlalu lama.
Jika kelembaban tanaman tidak terkontrol maka aplikasi pestisida pun menjadi kurang efektif, karena umumnya penyakit sangat suka pada kondisi kelembaban tinggi.
Untuk mengurangi kelembaban bisa dengan menggunakan jarak tanam yang sesuai (umumnya pada saat musim hujan menggunakan jarak tanam lebih lebar dibandingkan saat musim kemarau). Penggunaan jumlah bibit per lubang tanam pun perlu diperhatikan jika dinilai terlalu padat.
Untuk mengurangi kelembaban pada saat musim hujan bisa dengan membuat bedengan lebih tinggi atau membuat saluran pembuangan air, sehingga air disekitar tanaman tidak tergenang terlalu lama. Jika tanaman sudah terserang penyakit seperti bakteri dan jamur, hendaknya pengairan dihentikan sementara waktu sebelum dilakukan penyemprotan pestisida.
Kebersihan & kesehatan tanaman lingkungan sekitar
Sumber hama atau penyakit tidak hanya berasal dari lahan kita sendiri, namun seringkali muncul dari lingkungan sekitar seperti gulma atau lahan milik tetangga sekitar. Seperti penyakit kuning pada cabai, mentimun, terong dan tomat dibawa oleh vektor yang bisa terbang.
Penyakti bulai pada tanaman jagung atau penyakit kresek pada mentimun juga bisa menyebar dari spora fusarium yang terbang bersama angin. Percuma saja menyemprot lahan cabai yang terkena virus kuning, jika lahan cabai milik tetangga sebelahnya dibiarkan tanpa pengendalian serupa.

Tanaman Cabe Anti Layu dan Berbuah Super Lebat

tanaman cabe
Pemilihan waktu tanam cabe yang tepat sangatlah penting karena erat kaitannya dengan ketersediaan air, curah hujan dan serangan hama penyakit. Air diperlukan tanaman sejak masa pertumbuhan sampai pembentukan bunga dan buah. Kekurangan atau kelebihan air akan sangat berpengaruh pada tanaman. Waktu tanam cabe yang tepat dapat berbeda sesuai lokasi dan tipe lahan.

Tanaman cabe dapat ditanam secara monokultur atau tumpangsari dengan jarak tanam bervariasi. Sehari sebelum penanaman cabe, lahan diairi (leb) bersamaan dengan pembuatan lubang tanam pada mulsa plastic hitam perak. Pemberian air pada bedengan ini bertujuan untuk memberikan kapasitas lapang pada saat penanaman cabe nantinya.

Cara Menanam Cabe di Lahan :

  • Siapkan bibit cabe umur 20 – 30 hari atau berdaun 2 sampai 4 helai sesuai kebutuhan.
  • Padatkan media yang berisi bibit cabe. Tempatkan bibit cabe di antara jari telunjuk dan jari tengah kemudian balik polybag kecil tadi dan tarik pangkal polybag dengan hati-hati agar tanah tidak pecah. Polybag bekas ini dapat dimanfaatkan untuk persemaian ulang.
  • Tanam bibit cabe beserta tanahnya pada lubang tanam yang telah disiapkan sehari sebelumnya.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah halus atau pupuk organic sampai batas leher akar.
  • Siram jenuh dengan larutan pupuk organik cair GDM 10%.

Sebaiknya proses penanaman ini dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari layu setelah penanaman.

Penggunaan Pupuk Organik Cair GDM setelah tanam bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan mempercepat proses pengomposan pupuk organik yang belum matang sempurna sebagai penutup lubang tanam. Pupuk organic yang belum matang sempurna merupakan salah satu sumber penyebaran penyakit tanaman. Jadi fungsi dari Pupuk Organik Cair GDM di sini selain memberikan nutrisi, menjaga kelembaban tanah, decomposer juga mencegah dari serangan hama penyakit serta mengurangi “stress periode” sesaat setelah tanam

Cara Penyiraman Tanaman Cabe Dengan Baik

tanaman cabe
Persiapan
tanam, pengolahan tanah, persemaian dan tanam cabe yang sudah baik akan menjadi tidak ada artinya tanpa dibarengi dengan perawatan tanaman yang baik. Perawatan tanaman yang baik sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya cabe.
Perawatan tanaman cabe dimulai sesaat setelah tanam di lapangan/polybag sampai tanaman berbuah dan panen. Dalam melakukan perawatan menanam cabe meliputi penyiraman, pemupukan, perempelan tunas, pembungaan tanaman cabe dan pengendalian hama serta penyakit.
Untuk menghindari tanaman cabai dari kekeringan atau saat musim kemarau, penyiraman merupakan alternative terbaik untuk mencegah tanaman cabe dari keterlambatan pertumbuhan (kerdil).

Penyiraman tanaman ada banyak cara dan system yang dapat digunakan, tergantung kondisi lahan dan biaya investasi yang akan dikeluarkan. Yang paling sederhana petani dapat memilih cara penggenangan (leb) di lahan berpengairan tehnis atau dikocor jika lahan kering.

Sebelum membahas lebih lanjut cara penyiraman yang baik dan benar, mari kita pelajari manfaat dari penyiraman :

  • Air merupakan zat pelarut dan pengangkut unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman sehingga proses penyerapan dan pengangkutan zat-zat nutrisi dapat berlangsung lancar.
  • Menjaga kelembaban dan suhu tanah.
  • Air merupakan salah satu bahan fotosintesis dan membantu proses respirasi aerob bagi tanaman.
  • Air sebagai bahan pembentuk hormon (fitohormon) dan enzim bagi tanaman.
  • Menjaga tekanan turgor sel tanaman, sehingga tanaman cabe lebih kokoh dan tahan lama.
  • Mempengaruhi produktivitas dan mutu buah cabe.
  • Merupakan salah satu cara pengendalian hama tanaman.
Penyiraman yang tepat adalah sesuai kapasitas lapang, tidak berlebih dan tidak kekurangan. Penyiraman yang baik pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabe.
Baca Juga ; Pupuk Organik Cair Bersertifikat LeSOS  Indonesia
Penyiraman sebaiknya menggunakan air bersih yang bebas dari polutan dan senyawa kimia. Penyiraman  tanaman cabe dapat dilakukan 1 – 2 kali sehari tergantung musim dan tehnis budidaya. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan 1 – 2 kali sehari, pagi dan sore hari, tetapi saat musim hujan cukup 1 kali sehari pada sore hari.

Adapun frekuensi dan dosis penyiraman tanaman cabe sesuai umurnya tersaji dalam table berikut :

Umur TanamanFrekuensi PenyiramanDosis Penyiraman
1 – 20 Hari Setelah Tanam1 – 2 kali sehari½ gayung (±750 ml)
21 – 60 HST1 kali sehari1 gayung (1,5 liter)
≥ 60 HSTTentatifTentatif

Penyiraman pada tanaman cabe yang menggunakan mulsa plastic akan lebih irit frekuensi maupun dosisnya karena mulsa plastic  dapat menjaga kelembaban tanah.
tanaman cabe
Petani merasa sangat terbantu dengan adanya pupuk GDM
Untuk menghemat biaya tenaga kerja maka kegiatan penyiraman dapat dilakukan bersamaan dengan pemupukan organic cair. Gunakan pupuk organik cair yang teruji, lengkap, murah dan mudah cara aplikasinya.
Pupuk organik cair GDM mengandung unsur hara makro dan mikro serta 7 macam bakteri menguntungkan yang sudah teruji dan berijin Deptan. Aplikasi POC GDM bisa dilakukan dengan cara disemprot atau dikocor bersamaan dengan penyiraman.
Terbukti penggunaan POC GDM dapat meningkatkan hasil panen pada tanaman cabe.

Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Lebat dan Cepat Panen


Cara menanam tomat, Tomat termasuk tanaman sayuran dalam family Solanaceae. Tanaman tomat banyak ditanam di dataran tinggi, dataran sedang ataupun dataran rendah. Tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan.

Tanaman tomat dapat tumbuh di segala media, mulai dari ditanam di lahan sawah, lahan tegal, lahan pekarangan, bahkan untuk kepemilikan lahan yang terbatas. Budidaya tanaman tomat bisa dilakukan dengan metode Tanaman  Buah Dalam Pot (Tabulampot) ataupun dengan sistem tanaman hidroponik, dan yang membedakannya adalah pada media yang digunakannya.

Pada cara menanam tomat dalam pot (sistem tabulampot) lebih banyak menggunakan media pupuk kandang yang kemudian dimasukkan ke dalam pot dan bibit tomat ditanam sedangkan untuk media tanam hidroponik lebih banyak menggunakan peran air sebagai media yang diberikan nutrisi khusus agar budidaya hidroponik tomat tersebut bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan bagi penggemar budidaya hidroponik sayuran, tomat merupakan salah satu pilihan untuk dibudidayakan.

Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Lebat dan Cepat

 cara menanam tomat


Budidaya tomat yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Img via google.co.id
Di Indonesia budidaya tanaman tomat masih di dominasi oleh para petani konvensional yang menanam tomat di lahan sawah dan tegal yang luas dan terbuka. Sedangkan budidaya tomat dalam polybag, tabulampot dan hidroponik dilakukan sebagian kecil orang saja. Oleh karenanya berikut akan diuraikan cara budidaya tomat untuk petani konvensional di lahan sawah , tegal, kebun, dll.
Cara budidaya tanaman tomat yang baik dan benar merupakan faktor utama kunci keberhasilan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Berikut Adalah Tahapan Dalam Budidaya Tomat :

 budidaya tanaman tomat


Tahapan dalam budidaya tanaman tomat yang terbukti efektif meningkatkan hasil panen.

1. Pilih Benih Tomat Yang Berkualitas

Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila lahan berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya.

Cara menanam tomat bisa dari biji/benih dan bisa juga dari bibit. Cara menanam tomat dari biji (benih) sebaiknya pilihlah benih yang berkualitas (produksi tinggi dan tahan penyakit). Benih tomat tersebut dapat diperoleh di toko-toko pertanian terdekat dengan bermacam merk dari berbagai perusahaan benih. Sedangkan untuk bibit tomat dapat diperoleh di tempat-tempat pembibitan tomat yang khusus menjual bibit.

Setelah mendapatkan benih yang berkualitas, rendam benih tomat dengan 1 gelas (200cc) POC GDM selama ± 2 jam dengan tujuan agar benih tumbuh sempurna dan terbebas dari penyakit tular benih. Kemudian semaikan benih tersebut pada media semai yang telah disiapkan dari campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang (perbandingan 3:2:1) kemudian siram dengan larutan GDM BLACK BOS. Cara membuat larutan tersebut adalah GDM BLACK BOS sebanyak 1 kg dicampur ke dalam 100 liter air kemudian siramkan pada media semai.

Tujuan penyiraman media semai dengan BLACK BOS adalah untuk mencegah penyakit tular tanah dan menambahkan unsure hara dalam media semai. Sehingga bibit tomat tumbuh sehat dengan nutrisi yang tercukupi dan terbebas dari serangan penyakit. Proses cara pembibitan tomat tersebut dilakukan untuk memperoleh bibit tomat yang sehat dan berkualitas.

2. Cara Pengolahan Tanah Tanaman Tomat

Pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi fisik, kimia dan biologis tanah menjadi lebih baik, membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan, meratakan tanah untuk memudahkan cara menanam tomat, mempersiapkan pengaturan irigasi dan drainase serta untuk menempatkan sisa-sisa tanaman (seresah) pada tempat yang sesuai agar proses dekomposisi berjalan dengan baik.

Pengolahan Tanah dapat dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sebaiknya ±20 cm untuk membuat tekstur tanah lebih gembur dan membunuh pathogen tanah.

Setelah itu taburkan pupuk kandang sebanyak ±20 Ton per hektar atau tambahkan NPK sebanyak 100 g/m² di bedengan dan apabila tanah terlalu asam (<5 atau="" dengan="" disesuaikan="" dolomit="" dosisnya="" harus="" juga="" kapur="" manfaat="" masing-masing.="" memperbaiki="" menaikan="" p="" pengapuran="" pertanian.="" ph="" selain="" struktur="" tambahkan="" tanah.="" tanah="" tingkat="" untuk="">
Kemudian bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Setelah selesai pembuatan bedengan langkah selanjutnya siram/kocor dengan BLACK BOS dengan tujuan untuk mempercepat proses komposisasi dalam tanah dan mencegah penyakit tular tanah. Adapun caranya adalah larutkan GDM BLACK BOS sebanyak 1 kg ke dalam 100 liter air dan semprot/kocor ke tanah. Kemudian tutup dengan mulsa dan diamkan tanah kira-kira satu minggu.


3. Penanaman Bibit Tomat

 tanaman tomat


bibit yang baik sangat penting dalam budidaya tomat
Setelah bibit tomat tumbuh tinggi sekitar 10 cm dan berumur  ± 3 minggu, tomat siap untuk dipindahkan dan ditanam di lahan yang telah disediakan. Setelah bibit tomat ditanam, kocor dengan POC GDM agar tanaman tidak stress dan bisa langsung berkembang. Lakukan proses tanam pada sore hari agar bibit tomat tidak layu. Lakukan pemasangan ajir sedini mungkin dengan jarak 10-20 cm dari batang agar akar tidak rusak.

4. Cara Pemupukan yang Baik, Sehingga Tanaman Tumbuh Sehat, Terbebas Dari Serangan Penyakit dan Dapat Menghasilkan Produksi yang Maksimal

 pupuk organik cair


Perpaduan GDM Black BOS dengan Pupuk Organik Cair GDM dapat membuat budidaya tanaman tomat berbuah lebat dan cepat
Pupuk untuk tomat gunakan Pupuk Organik Cair GDM setelah tomat berumur 7 hari dan ulangi setiap 1 mingu sekali dengan dosis 500 ml (2 gelas air mineral) per tangki dan semprot ke daerah perakaran dan tanaman. Setelah tomat umur 30 hari aplikasikan kembali BLACK BOS ke tanah sebanyak 5 kg per Ha. Adapun caranya adalah larutkan GDM BLACK BOS sebanyak 1 kg ke dalam 100 liter air dan semprot/kocor ke tanah.

Berikan pupuk kandang setiap 1 bulan sekali sebanyak 300 gr per batang atau tambahkan pupuk anorganik dengan kandungan Nitrogen dan NPK pada saat tanaman umur 10, 20 dan 30 HST pada masa vegatitif dengan dosis 5 gr per tanaman dan pada saat generative berikan pupuk NPK setelah umur 45 HST setiap 10 hari sekali dengan dosis 5 gr per tanaman.

Baca Juga : Cara Menanam Terong Hingga Panen Melimpah
Perpaduan BLACK BOS dan POC GDM selain menambahkan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman juga dapat memberikan sistem ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit (Imunomodulator) hal dikarenakan bakteri yang terkandung dalam BLACK BOS dan POC GDM mampu mendegradasi residu kimia, logam berat dan pathogen penyebab penyakit tanaman.

Enzim dan antibiotik yang dihasilkan oleh bakteri GDM mampu mengalahkan pathogen tanaman seperti jamur dan bakteri pathogen. Sehingga tanaman akan tumbuh sehat, terbebas dari serangan penyakit dan dapat menghasilkan produksi yang maksimal.

Ciri-Ciri Budidaya Tanaman Tomat Siap Panen


Tomat dapat dipanen pada umur 90-100 HST. Dengan ciri-ciri kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Dengan perpaduan BLACK BOS dan pupuk organik cair spesialis tanaman pangan sayur GDM akan membuat tanaman sehat dan hasil panen meningkat.


PANDUAN LENGKAP CARA BUDIDAYA KENTANG

cara budidaya kentang

Cara Budidaya Kentang – Di Indonesia budidaya kentang pertama kali dilakukan pada abad ke-18 di daerah dataran tinggi Cibodas, Lembang, Pangalengan dan Tengger. Yang kemudian mulai meluas ke wilayah Sumatera tepatnya di dataran tinggi kerinci.

Sekarang mulai banyak tempat di Indonesia yang menjadi sentra budidaya kentang. Prospek usaha budidaya kentang sangat menjanjikan. Bahkan tanaman kentang merupakan tanaman yang menghasilkan keuntungan tinggi dengan mengetahui cara menanam kentang yang baik dan benar.


Agar tanaman kentang selalu tumbuh optimal dan berproduksi maksimal, berikut cara budidaya kentang :


Pengolahan Tanah

pengolahan tanahCara budidaya kentang yang pertama yaitu lakukan proses pembajakan tanah dengan kedalaman kurang lebih 30 cm. Kemudian diamkan tanah selama 2-3 hari, setelah itu lahan digaru sedalam 5 cm, lalu semprot tanah dengan BLACK BOS (tanah harus dalam keadaan basah) dan diamkan selama satu minggu.

Sedangkan untuk kondisi tanah yang gembur, pengolahan cukup dengan digaru saja, lalu semprotkan BLACK BOS pada saat lahan masih basah dan biarkan selama satu minggu.

Pemberian BLACK BOS dan pembiaran waktu sampai satu minggu bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah, memberikan waktu pada bakteri apathogen (bakteri menguntungkan) melakukan proses dekomposisasi pada tanah.

Sehingga sisa-sisa bahan organik (seperti : daun, jerami, batang, bangkai, dll) dapat terfermentasi sempurna menjadi kompos serta penyakit-penyakit tular tanah dapat dicegah oleh bakteri BLACK BOS sehingga tanaman tumbuh sehat dan lebih tahan dari serangan penyakit.

BLACK BOS (Bio Organic Stimulant) mampu memperbaiki tanah yang rusak dan terbukti dapat mendegradasi polutan tanah, bekas tambang dan limbah minyak.

Kondisi tanah juga harus diperhatikan tingkat kelembaban tanah dan tingkat kekeringannya. Tanaman kentang merupakan tanaman yang sensitif, keadaan tanah tidak boleh terlalu basah ataupun terlalu kering.

Banyak cara budidaya kentang yang gagal dikarenakan tidak memperhatikan kelembaban pada tanah.

Jika kondisi tanah basah, maka siapkan sistem irgasi berupa garitan yang agak ditinggikan. Namun jika kondisi tanah kering, maka lakukan penyiraman pada tanah.

Setelah lewat satu minggu tanah diratakan dan dibuat garitan. Lebar garitan umumnya 80 cm dengan ketinggian 5 cm.

Pemupukan Tanaman Kentang

Tebarkan pupuk kandang pada permukaan garitan, atau buat lubang-lubang untuk menempatkan pupuk agar dapat menghindari pupuk kentang tergerus air.

Dosis pupuk kandang untuk budidaya kentang idealnya adalah 20-50 ton per hektar dan tiap-tiap daerah berbeda tergantung pada tingkat kesuburan tanah. Selanjutnya tambahkan NPK sebanyak 350 kg per hektar.

Proses Pemilihan Bibit Kentang

Bibit kentang yang siap tanam harus melalui proses penyimpanan selama kurang lebih tiga bulan yang bertujuan untuk mengetahui bibit kentang tersebut dapat bertunas dengan baik.

Lakukan seleksi pemangkasan tunas pada umbi yang telah bertunas,. Pada tunas yang mempunyai panjang lebih dari 2 cm harus dibuang, karena pada tunas yang terlalu panjang kurang baik untuk ditumbuhkan.

Berat umbi yang baik untuk bibit kentang berkisar 30-50 gram per buah.

Proses Tanam Kentang

Sebelum umbi kentang ditanam lakukan perendaman umbi dengan POC GDM dengan dosis 1 gelas air mineral dilarutkan dalam 20 liter air selama kurang lebih 2 jam. Hal ini bertujuan mencegah penyakit tular bibit kentang dari umbi dan untuk mempercepat pertumbuhan umbi menjadi bibit kentang.

Kemudian lakukan penanaman umbi kentang dalam garitan dengan jarak tanam 20-30 cm. Setelah umbi ditanam, tutup dengan tanah sehingga membentuk guludan setinggi 10-20 cm.

Sedangkan pada bagian kiri dan kanan guludan akan membentuk parit untuk drainase.

Pemeliharaan Tanaman Kentang

Proses pemeliharaan tanaman kentang terdiri dari penyiraman, penyiangan gulma & pengguludan, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Periode budidaya kentang memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi. Berikut adalah cara pemeliharaan tanaman kentang :

Penyiraman Tanaman Kentang 

Penyiraman tanaman khususnya tanaman kentang dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca.

Di daerah yang lembab dan sering turun hujan, maka relatif tidak memerlukan penyiraman. Namun apabila keadaan tanah terlihat kering, maka lakukan penyiraman pada tanah. Selain itu juga harus memperhatikan kondisi tanah. jangan sampai terlalu basah apalagi sampai tergenang.

Penyiangan Gulma & Pengguludan

Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan perbaikan guludan. Biasanya hal ini dilakukan setelah satu bulan penanaman. Gulma bisa dibersihkan dengan sabit atau koret, setelah gulma dibersihkan maka guludan harus diperbaiki.

Penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah tanaman berumur dua bulan. Setelah itu, tidak diperlukan lagi penyiangan, karena tajuk tanaman sudah rimbun sehingga gulma sulit tumbuh.

Pemupukan Tanaman Kentang

Pada budidaya kentang hal yang harus diperhatikan adalah proses pemupukan. Gunakan pupuk yang dibutuhkan tanaman kentang.

Lakukan pemupukan dari atas dan dari bawah tanaman kentang. Dari atas semprot tanaman kentang dengan POC GDM pada seluruh tanaman kentang setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki agar pertumbuhan tanaman lebih cepat, tanaman terlindungi dari serangan penyakit, umbi kentang lebih cepat keluar, lebih cepat besar dan berat maksimal.

Pemupukan dari bawah menggunakan pupuk NPK dan aplikasikan setiap 20 hari sekali dengan cara dibenamkan dalam tanah dan dengan jarak sekitar 5-10 cm dari pohon kentang.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis-jenis penyakit yang biasa ditemukan dalam budidaya kentang antara lain:
  • Busuk daun (Phytophthora infestans)
  • Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)
  • Bercak lunak (Altenaria Solani)
  • Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)
  • Dan lain-lain.
Untuk antisapasi resistensi (kekebalan) penyakit pada tanaman kentang hindarkan pengendalian penyakit pada kentang dengan menggunakan perlakuan kimia untuk serangan yang masih di bawah ambang batas.

Gunakanlah agen hayati untuk pengendalianya yaitu dengan menggunakan BLACK BOS yang di semprotkan pada tanah dengan dosis 3 tutup botol per tangki setiap seminggu sekali dan semprotkan POC GDM pada tanaman yang terserang penyakit dengan dosis 2 gelas air mineral setiap 2 kali seminggu.

Pemanenan Pada Budidaya Kentang

Umur tanaman kentang sampai siap panen bergantung pada jenis varietas, tinggi lahan dan musim. Secara umum satu siklus budidaya kentang sampai umbi siap dipanen antara 80-120 hari.

Pemanenan tanaman kentang harus diperhatikan, jangan terlalu dini atau terlalu tua. Panen yang terlalu dini, membuat kualitas kentang rendah karena pembentukan karbohidrat dalam umbi masih belum optimal.

Sedangkan pemanenan yang terlalu tua meningkatkan resiko umbi kentang terserang penyakit dan rusak.

Itulah cara budidaya kentang yang telah terbukti efektif untuk meningkatkan hasil panen tanaman kentang. Selalu gunakan perpaduan BLACK BOS dan POC GDM agar tanaman kentang tumbuh optimal dan hasil panen yang maksimal

Mudahnya Budidaya Bawang Merah Hingga Panen Melimpah

bukti nyata pupuk organik cair

Budidaya bawang merah telah banyak dibudidayakan para petani dan telah menyebar di setiap provinsi di Indonesia. Tanaman bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang sudah sejak lama di dibudidayakan oleh petani secara intensif. Komoditas unggulan pertanian ini memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi di suatu wilayah.

Meskipun saat ini banyak petani bawang merah, namun dalam proses budidayanya masih ditemui berbagai kendala terutama dari segi teknis budidaya. Oleh sebab itu budidaya bawang merah secara baik dan benar harus menjadi perhatian utama para petani bawang agar panen melimpah. Jika telah menguasai secara teknis cara menanam bawang merah, maka musim hujan pun bukan menjadi hambatan.

Bawang merah dapat tumbuh hampir di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Bahkan untuk area yang sempit, tanam bawang merah di polybag pun bisa dilakukan atau tanam bawang merah hidroponik yaitu cara menanam bawang merah dengan media utamanya air juga bisa dilakukan.

Berikut teknis budidaya bawang merah agar hasil melimpah:


1. Pemilihan benih bawang merah

Dalam budidaya bawang merah sangat penting dalam memilih benih yang berkualitas. Pilihlah benih bawang merah yang sehat dan yang dipanen tua, antara 80 – 100 hari.

Selanjutnya benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan selama 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat dan berwarna merah tua mengkilap. Kebutuhan benih bawang merah berkisar 1,4 – 2,5 ton, tergantung dari varietas, ukuran  benih serta jarak tanam yang dipakai.

2. Pengolahan tanah

Bajak lahan dengan kedalaman sekitar 20 cm. Kemudian buatlah gulutan dengan tinggi ± 50 cm, lebar ± 100 cm dan jarak antar bedeng ± 50 cm. Setelah bedengan jadi tabur pupuk kandang diatasnya sebanyak 10-20 ton per hektar dan tabur dolomite sebanyak ± 1 ton per hektar (tergantung ph tanah) lalu semprot dengan GDM Black BOS dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki. Terakhir tutup bedengan tersebut dengna mulsa plastik.

Fungsi aplikasi Black BOS adalah untuk meningkatkan kualitas tanah, menghilangkan penyakit tular tanah (jamur & bakteri pathogen), mempercepat proses pengomposan dalam tanah, meremediasi residu kimia dan logam berat di tanah sehingga pori-pori tanah menjadi terbuka serta tanah menjadi sangat gembur dan subur.

3. Jarak tanam bawang merah

Jarak tanam bawang merah yang digunakan pada saat musim kemarau adalah 15 x 15 cm atau saat musim hujan adalah 20 x 20 cm.

4. Cara menanam bawang merah

Sebelum penanaman bibit bawang merah, sebaiknya rendam umbi bawang merah selama 15-30 menit dengan mengunakan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan sayur yang bertujuan untuk menghilangkan penyakit tular benih (Jamur & bakteri pathogen yang menginfeksi umbi), serta mempercepat pertumbuhan umbi bawang.

Hal ini dikarenakan bakteri yang terkandung dalam pupuk organik cair GDM menghasilkan antibiotik untuk menekan pertumbuhan jamur & bakteri pathogen serta menghasilkan phytohormones yang berfungsi sebagai Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) sehingga pertumbuhan bawang merah akan lebih cepat dan serempak. Kemudian tanam umbi bawang merah rata dengan tanah dan setelah 7 hari sampai 10 hari setelah tanam bibit yang normal akan tumbuh merata.

5. Pemupukan

 bukti nyata pupuk organik cair


pupuk organik cair GDM dapat merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak dan ukuran diameter umbi bawang merah akan menjadi lebih besar
Setelah bawang merah tumbuh, pada saat umur 7 hari setelah tanam (HST) semprot dengan POC GDM dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki dan ulangi setiap 1 minggu sekali. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum jam 09.00 WIB atau setelah jam 16.00 WIB. Sebelum melakukan penyemprotan cuci tangki terlebih dahulu agar terbebas dari sisa-sisa kimia (pestisida kimia) yang menempel pada tangki agar bakteri GDM tidak mati dan bisa bekerja secara maksimal untuk pertumbuhan tanaman dan peningkatan hasil panen.

Bakteri yang terkandung dalam POC GDM dapat menghasilkan phytohormone sehingga merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak dan ukuran diameter umbi bawang merah akan menjadi lebih besar. Pupuk anorganik diberikan saat tanaman bawang merah umur 10, 20 dan 35 HST.

6. Pengairan dan penyiangan

Lakukan pengairan sesuai kondisi tanah dan tanaman, serta lakukan penyiangan gulma untuk menghindari persaingan memperoleh nutrisi antara gulma dan tanaman. Lakukan penyiangan sebanyak 2-3 kali dengan melihat kondisi pertumbuhan gulma di lahan dan dilakukan sebelum aplikasi pemupukan susulan. Fungsi penyiangan juga bermanfaat untuk meminimalisir serangan hama dan penyakit tanaman.

7. Umur panen bawang merah

Bawang merah dapat dipanen umur 55-90 HST tergantung dari varietas yang ditanam, jenis tanah dan ketinggian tempat.  Tanaman bawang merah yang siap panen mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
  1. Umbi bawang merah sudah terbentuk sempurna.
  2. Umbi sebagian besar sudah muncul di permukaan tanah.
  3. Prosentase daun bawang yang rebah sudah mencapai 80%.
  4. Sebagaian besar daun berwarna kuning pucat.
  5. Pada pangkal daun apabila dipegang menjadi lemas atau tidak kaku.

Aplikasikan selalu GDM Black Bos (BIO Organic Stimulant) dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan Sayur setiap tanam bawang merah agar umbi bawang banyak dan besar sehingga hasil panen meningkat

Cara Menanam Sawi Dengan Metode GDM, Terbukti Meningkatkan Hasil Panen

cara menanam sawi
Tanaman sawi merupakan tanaman sayuran yang saat ini mempunyai permintaan pasar yang cukup tinggi.

Pola gaya hidup sehat yang semakin meningkat, membuat tanaman sawi menjadi sayuran yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan. Melihat kebutuhan pasar yang meningkat, banyak petani saat ini yang melirik sawi sebagai komoditas unggulan yang layak di budidayakan.

Ciri-ciri tanaman sawi yang baik:
  • Memiliki batang yang tidak berkayu
  • Daunnya berwarna hijau
  • Mempunyai akar tunggang dan akar becabang
  • Mempunyai batang beruas dan pendek
  • Daun memanjang dan lonjong
  • Bunga memiliki banyak cabang dan memanjang ke atas

Cara menanam sawi sangatlah mudah karena tanaman ini merupakan jenis sayuran yang memiliki tingkat adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Tanaman sawi dapat hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah. Sangat toleran terhadap kondisi kering dan tidak membutuhkan banyak air. Oleh sebab itu saat tanam sebaiknya dibuat bedengan agar saat curah hujan tinggi lahan tidak tergenang.

Menanam sawi juga harus memperhatikan permintaan pasar, terutama jenis sawi yang akan ditanam karena apabila yang ditanam jenis sawi yang berbeda dengan permintaan pasar maka akan sulit untuk mencari pasar saat panen.

Oleh sebab itu jenis sawi yang akan ditanam tergantung dari daerah masing-masing.

Jenis-jenis tanaman sawi pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • Sawi Hijau (Sawi bunga)
    Sawi hijau (Brassica compestris sp.)
  • Sawi Putih (Pak choy)
    Sawi putih (B. Juncea L)
  • Sawi Jepun (Siow pak choi)
    Sawi jepun (Barssica camprestis sp)
  • Sawi Pahit (Bitter mustard)
    Sawi pahit (Brassica juncea var rugosa)

Agar budidaya sawi berhasil dan mendapatkan panen yang tinggi, sebaiknya lakukan perhatikan cara menam sawi yang benar.

Berikut ini cara menanam sawi agar dapat menghasilkan keuntungan maksimal:


Perendaman Benih


Sebelum benih disemai, lakukan perlakuan perendaman benih dengan menggunakan POC GDM.

Tujuan perendaman benih adalah untuk memutus masa dormansi (keadaan berhenti tumbuh) benih dan menyeleksi antara benih yang bernas/bagus dan benih yang jelek supaya saat benih ditanam dapat tumbuh seragam, cepat dan sehat dengan memberikan perlindungan kekebalan (imunitas) sejak awal bibit tanaman terhadap serangan penyakit.

Hal ini dikarenakan pada POC GDM mengandung 7 bakteri menguntungkan yang dapat menghasilkan berbagai hormon untuk mempercepat proses perkecambahan, selain itu bakteri GDM juga dapat menghasilkan enzim dan antibiotik sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh tanaman terhadap berbagai serangan penyakit.

Persemaian benih


Setelah dipastikan memilih benih yang bagus saat proses perendaman benih selanjutnya lakukan persemaian benih atau bisa juga menanam benih sawi secara langsung di lahan dengan cara menabur benih sawi setelah itu tutup dengan abu dapur atau bisa juga dengan daun pisang, jerami, dll.

Olah tanah


Sebelum pindah tanam lakukan olah tanah terlebih dahulu dengan cara menabur pupuk kandang/bokashi sebanyak 20 ton per ha, kemudian semprot dengan GDM Black Bos pada tanah kondisi lembab/basah lalu lakukan proses cangkul pada tanah atau bisa juga menggunakan traktor dengan kedalaman minimal 20cm.

Kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20-25 cm, untuk panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan.

Tujuan olah tanah adalah untuk menjadikan tekstur tanah agar menjadi gembur, sehingga perakaran dapat mudah untuk masuk ke dalam tanah serta agar perakaran tanaman lebih mudah untuk menyerap unsur hara.

Fungsi aplikasi GDM Black Bos adalah untuk menekan pertumbuhan pathogen tular tanah yang menjadi sumber penyakit pada tanaman sehingga tanaman tumbuh subur dan sehat.

Tanam


Setelah bibit sawi berumur sekitar 2 minggu atau setelah keluar 3-4 helai daun, bibit sawi diambil untuk dipindah tanam pada bedengan. Kemudian lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban lahan.

Pemupukan dan perawatan


Agar pertumbuhan tanaman lebih cepat dan maksimal lakukan pemupukan dengan menyemprot tanaman sawi dengan menggunakan POC GDM setiap 5 hari sekali.

Dosis POC GDM yang digunakan adalah 2 gelas air mineral per tangki semprot atau 1 liter POC GDM dilarutkan pada 50 liter air kemudian disemporotkan pada bagian bawah daun dan atas daun setiap pagi dibawah jam 09.00 atau sore diatas jam 16.00.

Lakukan perawatan tanaman sawi dengan menyiram setiap hari.

Saat musim kemarau lakukan penyiraman dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Kemudian lakukan penyulaman pada tanaman yang tidak tumbuh dan penjarangan dengan cara mencabut pada tanaman yang jarak tanamnya terlalu rapat. Gulma juga harus dibersihkan dengan cara dicabut dan dibuang agar tidak terjadi kompetisi penyerapan nutrisi.

Panen


Tanaman sawi dapat dipanen setelah berumur sekitar 40 HST.

Pada luas lahan 1 hektar, dalam satu kali masa panen budidaya sawi dapat menghasilkan sekitar 20 ton.

Saat panen sawi dapat dilakukan dengan cara dicabut kemudian cuci untuk membersihkan dari tanah, lumpur dan kotoran lain yang menempel. Setelah itu sortir sawi dengan membuang bagian daun yang rusak atau busuk.

Ikat sawi menjadi beberapa ikatan sesuai permintaan pasar dan sawi siap untuk dijual di pasar tradisional maupun pasar modern.

Cara Menanam Wortel Agar Berbuah Lebih Cepat Dan Lebat

Cara menanam wortel yang dapat membuat wortel lebih cepat dipanen dan produksi yang dihasilkan lebih maksimal akan kami bahas secara lengkap. Budidaya wortel ini dimulai dari bibit wortel, olah lahan, cara budidaya wortel hingga cara pemanenan yang benar.

Wortel atau yang biasa disebut Daucus carrota merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung vitamin A tinggi sehingga sangat baik untuk kesehatan mata Anda. Tanaman wortel berasal dari dataran Asia Timur, hingga Asia Tengah.

Saat ini di Indonesia pun telah banyak daerah-daerah yang membudidayakan wortel dan telah tersebar di wilayah Jawa, Bengkulu, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Makasar, Bali, Ambon, Kaltim, Sulawesi Tengah hingga Papua.

Cara menanam wortel sebenarnya tidak begitu sulit, namun ada beberapa hal yang harus dulur-dulur pahami agar hasil panennya bisa melimpah. Berikut cara menanam wortel agar berbuah lebih cepat dan lebat :

1. Syarat Tumbuh Tanaman Wortel

  syarat tumbuh wortel


cara menanam wortel yang baik harus disesuaikan dengan syarat tanam
cara menanam wortel yang baik harus disesuaikan dengan syarat tanam
Cara menanam wortel agar hasil maksimal yaitu dengan menyesuaikan syarat tanam. Tanaman wortel banyak ditanam di daerah yang memiliki iklim temperate (sedang) pada musim dingin. Bila wortel ditanam di dataran rendah, maka wortel hanya akan tumbuh tinggi saja dan tidak terbentuk umbi.

Perhatikan syarat-syarat tumbuh wortel berikut agar hasil panen wortel dapat lebih maksimal.

A. Tanah

Tanah yang dibutuhkan dalam budidaya wortel yaitu tanah yang berjenis andosol, alluvial, regosol dan latosol yang kebanyakan jenis tanah ini terdapat di dataran tinggi.

Keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya wortel yaitu 5,5 – 6,5 pH.

B. Suhu

Suhu sangat berpengaruh terhadap proses metabolisme tanaman wortel. Suhu optimal yang diperlukan agar budidaya wortel menjadi maksimal yaitu 15,6 – 21,1 C.

C. Curah Hujan

Curah hujan ini berkaitan dengan ketersediaan air pada tanah. Kekurangan air pada budidaya wortel akan menghambat pertumbuhan wortel, sedangkan jika kelebihan air akan membuat tanaman wortel mudah terserang penyakit.

Daerah yang sesuai untuk budidaya wortel yaitu daerah yang beriklim basah (1,5 – 3 bulan kering dalam 1 tahun) serta iklim agak basah (3 – 4,5 bulan kering dalam 1 tahun).

D. Kelembaban Udara

Kelembaban udara yang sesuai dalam budidaya wortel yaitu 80 – 90%. Jika kelembahan udara terlalu tinggi, maka akan merangsang pertumbuhan cendawan yang dapat menyebabkan penyakit.

E. Cahaya Matahari

Cahaya matahari merupakan sumber energi dalam proses fotosintesis tanaman wortel. Semakin besar intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman wortel, maka semakin cepa proses pembentukan umbi wortel.

Dalam fotosintesis, tanaman wortel membutuhkan cahaya matahari selama 9 – 10 jam per hari.

Itulah 5 syarat utama cara menanam wortel yang membuat hasil panen melimpah.

2. Cara Menanam Wortel Dimulai Dari Bibit Wortel Yang Berkualitas

 benih wortel


cara menanam wortel dimulai dari bibit berkualitas
Cara menanam wortel yang pertama yaitu dimulai dari pemilihan bibit wortel yang berkualitas. Bibit wortel yang berkualitas dapat membuat hasil panen dulur-dulur menjadi maksimal.

Ada 2 cara yang bisa dulur-dulur lakukan dalam memperoleh bibit wortel berkualitas, yaitu dengan cara membeli di toko pertanian terdekat atau bisa juga membuatnya sendiri.

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan cara membuat bibit wortel yang berkualitas. Langkah awal dalam membuat bibit wortel berkualitas yaitu dengan memilih tanaman wortel yang akan dijadikan benih. Pilihlah tanaman wortel yang sesuai dengan ciri-ciri seperti dibawah ini.

Ciri-ciri Tanaman Wortel Yang Baik Untuk Dijadikan Benih :

  • Memiliki daya adaptasi yang baik dengan daerah setempat.
  • Produksi tinggi.
  • Tahan terhadap penyakit.
  • Mempunyai umbi yang warnanya cerah, lurus tidak bercabang dan berukuran besar
  • Benih berasal dari tanaman yang telah berumur lebih dari 2 bulan.

Setelah mengetahui ciri-ciri tanaman wortel yang baik untuk dijadikan benih, maka langkah selanjutnya yaitu proses pembuatan bibit wortel unggul.

Cara Membuat Bibit Wortel Unggul

  • Pilihlah umbi wortel yang sesuai dengan ciri-ciri diatas.
  • Ujung umbi dipotong kira-kira 1/3 dari panjang umbi wortel.
  • Daun wortel dipangkas dekat pangkal umbi dan sisakan 10 cm.
  • Siapkan Bedengan.
  • Tabur permukaan wortel dengan pupuk Trichoderma, air dan ZPT organik 2 minggu sekali.
  • Lakukan penyiraman pada sore hari (setiap hari).
  • Tanaman wortel akan berbunga dalam waktu 1 bulan, kemudian setelah 2 minggu bunga akan mekar.
  • Bunga wortel yang memiliki warna kecokelatan siap untuk dipanen.

Itulah cara membuat bibit wortel unggul, dulur-dulur juga bisa langsung membeli bibit wortel unggul di toko pertanian terdekat. Yang terpenting yaitu bibit wortel harus seragam, berasal dari indukan wortel yang berumur pendek, serta bersertifikat bibit unggul.

3. Teknik Pembenihan Wortel

pupuk organik cair wortel

Cara menanam wortel dengan menggunakan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan akan mempercepat pertumbuhan wortel.
Setelah dulur-dulur memiliki bibit wortel unggul, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pembenihan wortel. Lakukan perendaman bibit wortel dengan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan selama 30 menit kemudian bibit siap untuk ditanam.

Tujuan perendaman adalah agar bibit wortel cepat tumbuh, tidak mudah terserang penyakit dan membuat pertumbuhan wortel lebih seragam. Hal ini dikarenakan Pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan mengandung 7 bakteri menguntungkan yang dapat menghasilkan antibiotik alami.

Antibiotik alami ini berfungsi untuk melawan penyakit yang menempel pada bibit wortel dan hormon yang dihasilkan akan mempercepat pertumbuhan tanaman wortel.

4. Menyiapkan Lahan Untuk Menanam Wortel

 lahan wortel


cara menanam wortel dengan menyipkan lahan untuk wortel
Wortel merupakan tanaman yang dipanen umbinya, oleh sebab itu media tanah harus dibuat gembur dengan melakukan proses pembajakan sedalam ± 40cm. Setelah tanah dibajak taburkan pupuk kandang/kompos sebanyak 10-20 ton per ha tergantung tingkat kusuburan tanah setempat.

Jika keasaman tanah dulur-dulur dibawah 5,5 pH ,  maka taburkan dolomite / kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah, dan diamkan selama 1-2 Minggu. Setelah pH tanah 5,5 – 6,5 , maka langkah selanjutnya yaitu lakukan proses pembuatan bedengan dengan lebar 100cm dan tinggi 20-30cm dengan jarak antar bedeng sekitar 40-50 cm.

Supaya tanah tetap gembur dan terjaga kesuburannya, gunakan GDM Black Bos sebanyak 5 kg per ha dengan cara disiram atau disemprot pada tanah dalam kondisi lembab/basah. Bakteri yang terkandung dalam GDM Black Bos secara cepat mampu meremediasi residu kimia (sisa-sisa pupuk dan pestisida) yang tertinggal dalam tanah.

Sehingga tanah yang awalnya keras dan rusak akan menjadi lebih gembur dan subur. Selain itu bakteri GDM Black Bos juga menghasilkan antibiotik alami sehingga penyakit yang mengendap dalam tanah akan lebih cepat dilawan sehingga tanaman terhindar dari penyakit.

5. Proses Menanam Wortel

 budidaya wortel


cara menanam wortel ini cukup mudah jika dibandingkan dengan tanaman lain
Setelah lahan dan bibit wortel siap, maka langkah selanjutnya yaitu menanam wortel. Cara menanam wortel ini cukup mudah jika dibandingan dengan tanaman lain, dulur-dulur hanya perlu sedikit pengetahuan saja.

Tanam bibit wortel di area bedeng yang sudah dulur-dulur siapkan sebelumnya. Kemudian tutup dengan bokashi / pupuk kompos setinggi 0,5 – 1cm. Agar tidak tergenang ketika hujan, maka pada larikan dapat ditutup dengan daun pisang atau daun tanaman lainnya yang mudah dicari dilokasi dulur-dulur.

Usahakan selalu menjaga kelembaban tanah, apabila tanah mulai kering maka lakukan penyiraman.

6. Cara Pemeliharaan Dan Pemupukan Tanaman Wortel

 pemeliharaan tanaman wortel


cara menanam wortel agar hasil melimpah yaitu dengan cara perawatan yang baik
Setelah berhasil menanam wortel, langkah selanjutnya yaitu merawat tanaman wortel. Tanaman wortel yang dirawat akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal jika dibandingkan dengan tanaman wortel yang tidak dirawat.

Pada umumnya, perawatan pada tanaman wortel ini dibagi menjadi 3 hal yaitu penjarangan dan penyiangan, pengairan, dan yang terakhir yaitu pemupukan.

A. Penjarangan dan Penyiangan

Pemeliharaan tanaman wortel yang pertama yaitu proses penjarangan dan penyiagan. Penjarangan yaitu proses pengurangan jumlah tanaman dengan tujuan memberikan ruang yang lebih besar pada tanaman, sehingga dapat membuat tanaman wortel menjadi tumbuh lebih maksimal.

Sedangkan proses penyiangan yaitu proses pembersihan lahan tanaman dari hama pengganggu, baik tumbuhan liar ataupun hewan. Proses penyiangan gulma dilakukan dengan mencabut gulma atau bisa menggunakan alat seperti garpu untuk membersihkan rumput dan tanaman liar pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman wortel.

Karena selain menyerap nutrisi dalam tanah gulma juga berfungsi sebagai tanaman inang berbagai hama dan penyakit.

B. Perairan Tanaman Wortel

Tanaman wortel pada awal pertumbuhan membutuhkan air yang cukup. Maka penyiraman dilakukan setiap hari pada tanaman wortel yang baru ditanam.

Setelah tanaman wortel tumbuh besar, penyiraman bisa dikurangi.

C. Pemupukan Tanaman Wortel

Pemupukan susulan dapat diberikan saat tanaman berumur 30 HST dengan memberikan pupuk urea dan kcl dengan perbandingan 2:1. Pupuk susulan diberikan dengan cara membuat larikan pada samping tanaman dengan jarak 5 cm.

Taburkan pupuk susulan tersebut dan tutup kembali dengan tanah. Pada proses pemeliharaan lakukan juga penyemprotan dengan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan pada tanaman wortel setiap 1 minggu sekali.

Hal ini harus dilkukan agar kebutuhan nutrisi khususnya unsur mikro pada tanaman selalu tercukupi, karena pada pupuk organik cair GDM mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap. Selain mengandung unsur hara makro dan mikro, pupu organik cair GDM juga mengandung 7 bakteri yang mampu menghasilkan hormon dan antibiotik pada tanaman.

Sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit karena daya tahan tanaman meningkat, serta hormon yang dihasilkan bakteri GDM mampu membuat pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat. Dengan begitu tanaman wortel akan tumbuh sehat dan umbi wortel yang dihasilkan akan berukuran lebih besar.

7. Hama dan Penyakit Tanaman Wortel

 ulat tanah


Ulat tanah merupakan salah satu hama pada budidaya wortel
Hama dan penyakit merupakan kendala yang dihadapi oleh para petani. Serangan hama dan penyakit dapat membuat tanaman tidak berproduksi secara maksimal, bahkan akan membuat gagal panen.

Dulur-dulur harus segera membasmi dan mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman wortel. Agar tanaman wortel dapat panen secara maksimal. Berikut cara penanganan hama dan penyakit yang menyerang tanaman wortel.

A. Hama Tanaman Wortel

Tanaman wortel sangat rentan terserang hama ulat tanah dan kutu daun. Untuk ulat tanah dapat dibasmi dengan mencari sarangnya pada setiap pagi hari kemudian diambil dan dimusnahkan. Jika serangan diatas ambang ekonomi, maka dulur-dulur dapat menaburkan tanaman wortel dengan insektisida berbahan aktif karbofuran.

Sedangkan hama kutu daun ini sering menyerang pucuk tanaman wortel dengan cara menghisap cairan yang ada pada daun. Sehingga lama kelamaan akan menyebabkan daun menjadi keriting dan pertumbuhan tidak optimal. Untuk itu jaga selalu kebersihan lahan terutama dari gulma, jika ada yang tumbuh segera dicabut atau dibersihkan.

B. Penyakit Tanaman Wortel

Penyakit yang sering menyerang wortel adalah bercak daun dan bintil akar. Bercak daun disebabkan oleh jamur cercospora yang ditandai berupa bercak-bercak coklat dan warna hitam di pinggiran daun. Penyakit ini biasanya menyerang pada daun tua.

Penanggulangannya adalah dengan menggunakan GDM Black Bos pada saat olah tanah dan saat tanaman wortel berumur 30 HST. Cara penggunaan GDM Black Bos yaitu dengan cara disemprotkan langsung ke tanah. Kemudian saat tanaman wortel berumur 7 HST, gunakan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan dengan cara disemprot rutin setiap 1 minggu sekali.

Penyakit bintil akar memiliki gejala ada benjolan pada umbi wortel yang disebabkan oleh nematoda. Pencegahannya adalah dengan melakukan pergiliran tanaman jenis lain yang berbeda keluarga.

8. Cara Panen Wortel

Tahap terakhir dari cara menanam wortel yaitu pemanenan tanaman wortel. Sebaiknya dulur-dulur memanen wortel pada usia 3 bulan dari awal penananam. Jika dipanen dengan waktu yang lama, akan membuat umbi wortel menjadi keras dan kualitas wortel akan menurun.

Pemanenan wortel dapat dilakukan dengan cara mencabut. Proses pencabutan umbi harus dilakukan secara hati-hati agar umbi tidak patah atau lecet karena akan menyebabkan umbi menjadi busuk dan tidak laku di pasaran. Setelah dicabut bersihkan umbi dari kotoran atau tanah yang menempel.

Itulah panduan cara menanam wortel yang terbukti dapat meningkatkan hasil panen.
cara menanam wortel

Cara Menanam Terong Hingga Panen Melimpah

 https://i2.wp.com/gdmorganic.com/wp-content/uploads/2017/11/cara-menanam-terong.jpg?w=477&ssl=1
Cara Menanam Terong Ungu – Permintaan pasar akan terong belakangan ini semakin meningkat seiring mudahnya terong untuk dibuat beragam menu masakan maupun minuman, mulai dari dimasak untuk sayur terong, dibuat untuk lalapan, bahkan bisa juga dibuat untuk minuman jus. Sehingga membuat beberapa petani saat ini banyak yang tertarik untuk membudidayakannya.

Berikut cara menanam terong ungu, hijau, bulat dan berbagai jenis terong lainnya. Cara menanam terong ungu tergolong mudah, hingga saat ini tidak hanya golongan petani saja yang menanam terong, melainkan ibu-ibu rumah tangga pun juga banyak yang tertarik untuk menanam terong.

Tetapi karena keterbatasan lahan yang dimiliki, kebanyakan dari mereka melakukan budidaya terong ungu dalam polybag. Dan tentunya akan lebih mudah perawatannya daripada ditanam di lahan sawah atau lahan kebun terong yang luas.

Syarat Tumbuh Tanaman Terong Ungu

syarat tumbuh tanaman terong

Pada umumnya tanaman terong dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Namun untuk hasil yang maksimum, ada beberapa syarat tumbuh tanaman terong.

Berikut adalah syarat tumbuh tanaman terong:

Iklim

  • Beriklim tropis.
  • Curah hujan ideal adalah 85-200 mm/bulan dan harus merata.
  • Suhu optimimum yang baik adalah 25-30 C.
  • Mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Media Tanah

  • Memiliki tekstur tanah yang gembur (lakukan proses pembajakan agar tekstur tanah gembur).
  • Air tidak menggenang.
  • Mengandung cukup kandungan unsur hara.
  • pH tanah 5-6,6,5 (apabila pH tanah asam atau 6,5 sebaiknya taburkan dolomit/kapur pertanian).<6 6="" dolomit="" kapur="" li="" pertanian="" sebaiknya="" taburkan="">

  • Jenis tanah yang baik adalah latosol, regosol dan andosol yang merupakan jenis tanah lempung ringan dengan daya drainase dan daya ikat air yang baik.

  • Ketinggian

    • Dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi sampai 1000 mdpl (meter di atas permukaan laut).

    Agar Budidaya Terong Ungu Tumbuh dan Berproduksi Maksimal, Berikut Ini Cara Menanam Terong Ungu:

    1. Benih Terong

    Dalam budidaya terong ungu hal utama yang harus diperhatikan selain cara menanam terong ungu yang baik dan benar adalah saat pemilihan benih terong yang harus tepat. Untuk memperoleh bibit terong ungu yang bagus pilihlah benih terong yang berkualitas.

    Agar memperoleh hasil produksi yang tinggi dan tahan penyakit, pilihlah benih terong hibrida. Kebutuhan benih untuk budidaya terong dalam satu hektar sekitar 300-500 gram, tergantung  jarak tanam yang dipakai.

    Benih terong akan tumbuh kurang lebih 10 hari setelah disemai.

    2. Cara Menyemai Bibit Terong Ungu

     budidaya terong ungu

    Sebelum melakukan persemaian sebaiknya lakukan perendaman benih dengan Pupuk Terong Organik Cair GDM selama 2 jam. Tujuan perendaman benih adalah untuk memecah masa dormansi (keadaan tidur) benih sehingga benih lebih cepat tumbuh.

    Dosis Pupuk Organik Cair GDM saat perendaman benih adalah 100 ml dilarutkan dengan 1 liter air. Setelah itu benih ditiriskan dan dipindahkan ke bumbungan daun pisang/pot plastik dengan media semai dari tanah dan pupuk kandang/bokashi dengan perbandingan 1:1.

    Setelah benih tumbuh menjadi bibit terong ungu lakukan penyiraman rutin setiap hari dan semprot dengan POC GDM setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki (14-20 liter). Bibit terong ungu siap ditanam di lapangan setelah berumur 4-5 minggu atau setelah mempunyai 4-5 daun.

    3. Pengolahan Tanah

     pupuk terong


     Gunakan perpaduan GDM Black BOS dan POC GDM agar tanah menjadi subur dan gembur.

    Salah satu cara menanam terong ungu yang baik yaitu dengan pengolahan tanah yang benar. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara dicangkul 2-3 kali atau dibajak dengan kedalaman 20-30 cm, dan buat bedengan dengan lebar 120-140 cm serta panjang disesuaikan kondisi lahan.

    Sedangkan lebar parit adalah 30-50 cm dengan kedalaman 20-30 cm.

    Taburkan dolomite/kapur pertanian 2 ton per hektar atau disesuaikan dengan kondisi pH tanah terakhir dan berikan juga pupuk kandang/bokashi yang sudah matang sebanyak 0,5-1 kg per lubang sebelum tanam atau 10-20 ton per hektar ditabur diatas bedengan.

    Semprot bedengan dengan BLACK BOS (BIO ORGANIC STIMULANT) dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki (14-20 liter) disemprot rata keatas bedengan dengan kondisi tanah harus basah/macak-macak.

    Tujuan pemberian BLACK BOS adalah untuk mencegah penyakit tular tanah seperti layu dan busuk batang atau daun, selain itu BLACK BOS juga berfungsi untuk membuka pori-pori tanah sehingga tanah yang awalnya keras menjadi gembur dan subur.

    4. Penanaman

    pemupukan dan pengolahan tanah

    Cara menanam terong ungu yaitu perhatikan jarak tanam, jarak tanam dalam budidaya terong ungu menggunakan jarak dalam barisan 60-70 cm dan jarak antar barisan 80-90 cm, dan pada tiap bedengan terdapat dua baris tanaman.

    Bibit terong ungu yang telah berumur satu setengah bulan atau daunnya telah tumbuh 4 helai dapat dipindahkan ke tanah yang telah dipersiapkan.

    5. Pemupukan Terong dan Pemeliharaan Tanaman

    Pupuk terong diberikan setelah tanaman berumur 1-2 minggu setelah tanam. Berikan pupuk terong dengan kandungan Nitrogen sebanyak 65 kg/ha.

    Pupuk terong campuran dapat juga diberikan dengan memberi pupuk kandungan Nitrogen dan pupuk kandungan Kalium dengan perbandingan 1:1 sebanyak 10 g/tanaman di sekeliling tanaman dengan jarak 5cm dari pangkal batang.

    Pemupukan terong berikut­nya diberikan saat tanaman berumur 2,5-3 bulan. Pupuk terong yang dibutuhkan untuk satu hektar yaitu pupuk dengan kandungan Nitrogen 150 kg dan pupuk kalium 150 kg. Pada tanah liat berlempung gunakan pupuk terong NPK (16:16:16) dengan dosis 500 kg/ha.

    cara menanam terong

    Untuk mempercepat keluarnya bunga, mencegah kerontokan dan memperbanyak jumlah dan bobot buah, aplikasikan POC GDM setiap 1 minggu sekali pada bawah dan atas daun saat pagi hari atau sore hari, dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki (14-20 liter).

    Selain itu, bisa juga dengan dikocor didaerah perakaran setiap 1 mingu sekali dengan dosis 1 : 50 (1 liter POC GDM dilarutkan dengan 50 litar air) kemudian kocorkan pada setiap batang tanaman sebanyak 1 gelas air mineral larutan.

    Kemudian pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh. Untuk pemeliharaan tanaman lakukan penyiangan gulma, penyiraman, perompesan, pemberian ajir dan pengendalian OPT.

    Hama yang sering menyerang pada budidaya terong ungu antara lain :

    • kutu daun (Myzus persicae),
    • kutu kebul (Bemisia tabaci),
    • pengorok daun (Liriomyza sp.),
    • dan oteng-oteng (Epitachna sp.).

    Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning sebanyak 40 buah/ha. Jika menggunakan insektisida gunakan yang aman dan selektif seperti insektisida nabati, biologi atau insektisida piretroid sintetik.

    Sedangkan untuk pencegahan penyakit gunakan perpaduan Black BOS dan POC GDM karena bakteri apathogen yang terkandung di dalamnya menghasilkan enzim, antibiotic dan toksin untuk melawan bakteri-bakteri pathogen sehingga tanaman tumbuh sehat dan aman dari serangan penyakit.

    6. Panen dan Pascapanen

    Masa panen tanaman terong berkisar antara 3-4 bulan setelah tanam, Buah terong yang siap dipanen tentunya adalah buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Hal ini bisa dilihat dari ukuran Buah dan tingkat kekerasan saat dipencet.

    Budidaya terong ungu yang baik dapat menghasilkan 10-30 ton buah terong per hektar. Panen dilakukan 1-2 kali per minggu. Buah terong yang layak dikonsumsi adalah buah yang padat dan permukaan kulitnya mengkilat.

    Buah terong tidak dapat disimpan lama sehingga harus dipasarkan segera setelah tanam. Pengelompokan dilakukan berdasarkan ukuran dan warna. Pe­nanganan selama pengemasan harus dilakukan secara berhati-hati untuk mencegah kerusakan kulit.

    Jadi cara menanam terong ungu agar dapat maksimal yaitu dengan melakukan aplikasi perpaduan BLACK BOS dan POC GDM untuk membuat tanah menjadi lebih gembur dan subur, tanaman tumbuh sehat, terong berbuah lebih lebat, kualitas terong lebih baik dan hasil panen meningkat.
    budidaya terong ungu

    manfaat tanaman ADAS

    Inilah khasiat manfaat daun adas dan buahnya bagi kesehatan tubuh Kegunaan dan khasiat daun adas bagi kesehatan sangatlah banyak. Be...